UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Saat ini dunia sudah memasuki era digitalisasi dimana hampir semua sektor sudah dilakukan dan dibantu dengan mesin serta teknologi yang sangat canggih. Salah satu teknologi yang saat ini sangat mudah diakses adalah media sosial. Media sosial juga tidak hanya ada satu jenis, melainkan banyak sekali dan itu dapat menjadi pilihan. Semua orang tanpa terkecuali dapat menggunakan media sosial termasuk remaja. Hampir semua remaja di seluruh dunia menggunakan media sosial untuk bertukar kabar dan mengunggah semua kegiatan mereka, sehingga terjadi interaksi dalam platform yang digunakan. Setelah diperhatikan hal itu bisa saja mempengaruhi bagaimana sikap remaja saat ini dan di kemudian hari. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh media sosial terhadap sikap remaja dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang juga menganalisisnya dengan jenis analisis deskriptif. Hasilnya membuktikan bahwa benar media sosial menjadi salah satu yang mempengaruhi bagaimana sikap remaja, baik itu positif maupun negatif.

Penelitian ini mengonfirmasi bahwa era digitalisasi, khususnya media sosial, secara signifikan memengaruhi sikap remaja, baik positif maupun negatif.Media sosial terbukti meningkatkan rasa percaya diri, pola pikir positif, dan minat remaja pada aktivitas positif.Meskipun demikian, penting untuk terus mengawasi penggunaan media sosial agar tidak berdampak negatif pada perkembangan sikap remaja.

Untuk penelitian selanjutnya yang ingin mendalami lebih lanjut pengaruh media sosial terhadap remaja, disarankan beberapa arah studi yang menarik dan relevan. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk meneliti secara kualitatif atau melalui studi longitudinal bagaimana akses media sosial tanpa batasan yang disebutkan dalam penelitian ini membentuk gaya hidup remaja secara lebih mendalam. Ini bisa mencakup pertanyaan tentang bagaimana paparan konten yang beragam memengaruhi pilihan karir, aspirasi masa depan, dan nilai-nilai sosial remaja, melampaui sekadar perubahan sikap. Misalnya, apakah jenis platform media sosial tertentu lebih mendorong pemikiran kritis atau justru memicu perilaku konsumtif? Kedua, mengingat beragamnya platform media sosial, studi di masa depan dapat membandingkan secara spesifik dampak dari penggunaan aplikasi yang berbeda—seperti TikTok, Instagram, atau Twitter—terhadap perkembangan kognitif, afektif, dan konatif remaja. Pemahaman tentang efek diferensial ini dapat memberikan wawasan yang lebih detail untuk pengembangan literasi digital. Terakhir, berdasarkan temuan bahwa media sosial memiliki pengaruh positif dan negatif, penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor mediasi atau moderasi yang menentukan apakah penggunaan media sosial akan menghasilkan luaran yang menguntungkan atau merugikan bagi remaja. Penelitian dapat mengeksplorasi peran dukungan keluarga, lingkungan sekolah, atau tingkat kecerdasan emosional dalam memoderasi dampak media sosial, sehingga dapat dirumuskan strategi intervensi yang lebih efektif. Ide-ide ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pemahaman kita tentang interaksi kompleks antara teknologi digital dan perkembangan remaja.

Read online
File size351.42 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test