UMBUMB

SINERGISINERGI

Peraturan DKI Jakarta untuk minyak goreng bekas (WCO) menunjukkan rantai pasok WCO ke Biodiesel yang diinginkan melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 167 Tahun 2016. Namun, implementasi peraturan tersebut terbukti tidak efisien. Studi ini bertujuan untuk menganalisis risiko dalam rantai pasok karena rantai pasok WCO ke Biodiesel rentan terhadap risiko yang berbeda dari rantai pasok tipikal dan rantai pasok hijau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan proses hirarki analitis kelompok (G-AHP) untuk menciptakan model konsensus antara aktor rantai pasok. Wawancara mendalam dilakukan dengan enam ahli untuk mengidentifikasi risiko dan skala normal digunakan untuk mengkuantifikasi preferensi mereka. Kemudian, perangkat lunak PriEst membantu perhitungan bobot risiko, validasi matriks AHP, dan pemodelan konsensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok rentan terhadap 23 risiko, yang dikategorikan ke dalam enam kategori risiko. Tiga risiko yang menyebabkan ketidakpastian paling besar dalam rantai pasok adalah risiko desain rantai pasok, risiko pemasok utama, dan risiko sumber keuangan. Risiko teknologi dan risiko kegagalan aset adalah risiko yang paling tidak menjadi perhatian karena sebagian besar konversi WCO tidak dilakukan di Indonesia. Temuan ini akan berguna bagi pemerintah untuk memfokuskan upaya pada risiko yang paling kritis.

Penelitian ini menunjukkan bahwa rantai pasok minyak goreng bekas (WCO) ke Biodiesel di Jakarta rentan terhadap 23 risiko yang dikategorikan ke dalam enam kategori.Urutan prioritas kategori risiko yang harus diprioritaskan adalah risiko pasokan, risiko pemulihan produk, risiko pemerintah dan organisasi, risiko permintaan, risiko keuangan, dan risiko operasional.Pemerintah Jakarta harus menggunakan hasil penelitian ini untuk meningkatkan regulasinya, dan risiko dengan indeks prioritas tinggi harus ditangani segera.Isu utamanya adalah menyelesaikan desain rantai pasok, yaitu memutuskan untuk memproses WCO ke Biodiesel secara nasional atau mengekspor WCO.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak dari berbagai kebijakan pemerintah terhadap efektivitas pengelolaan WCO, dengan fokus pada insentif ekonomi dan regulasi yang mendukung pengumpulan dan pemrosesan WCO. Kedua, penelitian dapat menginvestigasi potensi penerapan teknologi inovatif, seperti sistem pelacakan berbasis blockchain, untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam rantai pasok WCO, sehingga mengurangi risiko pemalsuan dan penyalahgunaan. Ketiga, penelitian kuantitatif yang lebih mendalam dapat dilakukan untuk mengukur dampak ekonomi dan lingkungan dari konversi WCO menjadi biodiesel, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya produksi, emisi gas rumah kaca, dan penciptaan lapangan kerja. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi pengelolaan WCO yang berkelanjutan dan efektif di Jakarta, serta mendukung transisi menuju ekonomi sirkular.

  1. Penentuan Prioritas Risiko pada Rancangan Rantai Pasok Biodiesel dari Minyak Goreng Bekas di Kota Padang... journal.unpar.ac.id/index.php/jrsi/article/view/1909Penentuan Prioritas Risiko pada Rancangan Rantai Pasok Biodiesel dari Minyak Goreng Bekas di Kota Padang journal unpar ac index php jrsi article view 1909
  2. PriEsT: an interactive decision support tool to estimate priorities from pairwise comparison judgments... doi.org/10.1111/itor.12054PriEsT an interactive decision support tool to estimate priorities from pairwise comparison judgments doi 10 1111 itor 12054
Read online
File size519.17 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test