LITERACYINSTITUTELITERACYINSTITUTE

Indonesian Journal of Community ServicesIndonesian Journal of Community Services

Penyelidikan ini mempelajari kecenderungan mikro-usahawan dalam menggunakan barang-barang bangunan yang ramah lingkungan, dengan mengadakan wawancara dengan ahli dan kelompok fokus. Seratus mikro-usahawan telah disurvei di daerah penyelidikan, dan delapan wawancara kunci serta empat diskusi kelompok telah dilakukan. Namun, hasil-survei menunjukkan bahwa sebagian kecil mikro-usahawan memiliki pemahaman dasar mengenai pencemaran lingkungan dan masalah lingkungan. Sebagian besar mikro-usahawan tidak berhasil menerapkan manajemen sampah yang tepat. Selain itu, survei juga menemukan bahwa sebagian kecil mikro-usahawan menggunakan metode produksi dan pemasaran yang ramah lingkungan. Untuk produksi bata bakar tradisional, semua kilang bata menggunakan tanah sebagai bahan utama dan kayu bakar sebagai bahan bakar. Mereka tidak cukup mahir untuk menggunakan abu terbang sebagai bahan baku untuk membuat bata dan bahan-bahan bangunan lainnya. Selain itu, tingkat partisipasi perempuan dalam usaha tersebut sangat rendah, dan upah mereka sangat tidak memadai.

Rincian keselamatan dalam sektor perumahan sangat penting untuk mencegah dampak buruk.Meskipun industri perumahan perlu berada dalam kesesuaian dengan lingkungan, mikro-usahawan juga belum melaksanakan kebijakan atau pelatihan yang terbatas.Meskipun begitu, beberapa usaha akhir-akhir ini menggunakan pracara paling mulia, seiring dengan peningkatan permintaan produk ramah lingkungan dan campuran terjangkau.Sebagian besar pendapatan dipakai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.Beberapa usaha lain menyediakan hutan untuk produksi nagari, dan sementara lain memproduksi produk-variasi bagi rumah tangga.

Untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai keberlanjutan material bangunan ramah lingkungan di Bangladesh, ada beberapa arah yang dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian dapat menyelidiki dampak ekonomi jangka panjang dari penggunaan material bangunan ramah lingkungan. Ini meliputi mengevaluasi biaya produksi, pemasaran, dan penggunaan material ramah lingkungan dibandingkan dengan material bangunan tradisional. Selain itu, penelitian dapat mempelajari kebijakan pemerintah yang mendukung penggunaan material bangunan ramah lingkungan dan bagaimana mereka dapat diperkuat untuk mempromosikan praktik yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, studi yang lebih mendalam tentang percepatan partisipasi perempuan dalam industri bangunan ramah lingkungan perlu dilakukan. Pengembangan pelatihan dan pendidikan yang mengarah untuk meningkatkan keterlibatan dan keterampilan perempuan dalam mengelola usaha sebagaimana bisa akan menolong memecahkan permasalahan yang mendasari. Dengan menyatukan draf ini, penelitian baru dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pertumbuhan ekonomi material bangunan ramah lingkungan, peran pemerintahan dalam mempromosikan praktik yang lebih ramah lingkungan, dan bagaimana meningkatkan partisipasi perempuan dalam industri bangunan ramah lingkungan.

  1. Assessing the Current Situation and Economic Feasibility of Eco-Friendly Materials: Example from Thakurgaon,... ojs.literacyinstitute.org/index.php/ijcs/article/view/1777Assessing the Current Situation and Economic Feasibility of Eco Friendly Materials Example from Thakurgaon ojs literacyinstitute index php ijcs article view 1777
Read online
File size748.43 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test