UBTUBT

Elektrika BorneoElektrika Borneo

Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Biomassa ini dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi yang cocok dikembangkan di Tarakan. Salah satu sumber biomassa yang melimpah adalah daun pinus jarum banyak ditemukan di kampus UBT, Pesisir pantai amal dan Persemaian Kota Tarakan. Pemilihan daun pinus jarum yang berguguran sebagai biomassa pada penelitian ini didasarkan atas belum adanya pemanfaatan sampah daun pinus. Dengan demikian pada penelitian kali ini sampah daun pinus jarum kering akan dimanfatkan untuk dibuat menjadi briket yang di campur dengan batubara dengan varian komposisi perekat. Varian perekat yang digunakan ada 3 jenis, sagu, tepung kanji dan tanah liat. Dari 3 jenis perekat masing-masing sampel diuji untuk mendapatkan nilai kadar air, kadar abu, kalor dan energi listrik. Briket dapat dikatakan baik jika memiliki nilai kadar air dibawah 8% menurut SNI. Dimana kadar air pada perekat sagu diantara kisaran 6% lebih, sedangkan untuk perekat kanji kisaran 5%-6% dan untuk perekat tanah liat mendapatkan nilai kisaran 5%-7%. Kadar abu pada penelitian ini sudah memenuhi standar SNI yaitu dibawah 8%, tetapi pada perekat tanah liat memiliki kadar abu yang mendekati 8% yaitu sebesar 7,95%. Nilai tegangan dan arus dipengaruhi oleh komposisi sampel, dimana semakin kecil persentase kadar daun pinusnya maka semakin kecil, begitu juga sebaliknya. Nilai kalor didapatkan dari hasil analisa data yang ada hingga mendapatkan nilai kalor yang cukup besar yaitu kisaran nilai 4500 J.

Berdasarkan hasil penelitian, briket yang baik memiliki kadar air di bawah 8% menurut SNI, dengan kadar air pada perekat sagu lebih dari 6%, kanji 5%-6%, dan tanah liat 5%-7%.Kadar abu memenuhi standar SNI di bawah 8%, meskipun perekat tanah liat mendekati 8% yaitu 7,95%.Nilai tegangan dan arus dipengaruhi oleh komposisi sampel, dimana semakin kecil persentase daun pinus, semakin kecil pula nilainya.Nilai kalor yang diperoleh adalah sekitar 4500 J.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada optimasi komposisi campuran daun pinus, batubara, dan perekat untuk meningkatkan nilai kalor dan efisiensi konversi energi. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai pengaruh jenis perekat terhadap durabilitas dan ketahanan briket terhadap kondisi lingkungan perlu dilakukan. Terakhir, penelitian mengenai potensi pemanfaatan briket daun pinus sebagai sumber energi alternatif pada skala rumah tangga atau industri kecil dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dampak ekonomi dan lingkungan dari inovasi ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan energi terbarukan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, khususnya di wilayah Tarakan dan sekitarnya. Dengan demikian, pemanfaatan limbah biomassa seperti daun pinus dapat menjadi solusi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung terciptanya sistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Read online
File size393.5 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test