UBTUBT

Elektrika BorneoElektrika Borneo

Teknologi plasma telah menarik banyak perhatian terutama plasma dalam cairan yang mana dapat diaplikasikan dalam proses produksi gas, water-treatment, dan produksi nano material. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pembangkit sederhana 2,45 GHz Microwave Plasma dan membangkitkannya dalam berbagai cairan yakni air destilasi, limbah cairan X-Ray dan air laut, serta melakukan observasi pengaruh variasi tekanan vakum terhadap plasma. Microwave oven dimodifikasi dengan mengintegrasikan pengarah gelombang (waveguide) dan reaktor plasma untuk memudahkan observasi fenomena plasma. Hasil dari penelitian ini, plasma telah dibangkitkan dalam cairan air mineral pada tekanan vakum sebesar 7 kPa, limbah cairan X-Ray pada tekanan 13 kPa dan air laut pada tekanan vakum 34 kPa.

Alat pembangkit 2,45 GHz microwave plasma ini terdiri dari 3 komponen utama yakni microwave oven 400 watt, pengarah gelombang WG8 dan reaktor plasma kapasitas 342 ml.Pengujian alat pembangkit 2,45 GHz microwave plasma dapat membangkitkan plasma secara konstan dalam cairan air destilasi, air laut dan limbah cair X-Ray pada kondisi tekanan vakum sebesar 7 kPa.Variasi tekanan vakum sangat mempengaruhi waktu yang dibutuhkan untuk membangkitkan plasma dimana semakin besar tekanan vakumnya (semakin kecil tekanan) maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk atm, pembangkitan plasma dalam air destilasi membutuhkan waktu 9.Adapun tujuan dibangkitkannya plasma dalam cairan adalah sebagai dasar acuan untuk memproduksi energi gas dari cairan dan nanomaterial.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan teknologi pembangkit microwave plasma dalam cairan lebih lanjut. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh komposisi cairan terhadap karakteristik plasma yang dihasilkan, termasuk identifikasi spesies reaktif yang terbentuk dan pengaruhnya terhadap proses kimia yang terjadi. Kedua, pengembangan reaktor plasma yang lebih efisien dan mampu menghasilkan plasma dengan kerapatan yang lebih tinggi, misalnya dengan menggunakan konfigurasi elektroda yang berbeda atau dengan menambahkan medan magnet. Ketiga, penelitian mengenai aplikasi plasma dalam cairan untuk pengolahan limbah cair, seperti degradasi senyawa organik berbahaya atau pemulihan logam berat, perlu dilakukan untuk menguji efektivitas teknologi ini dalam skala yang lebih besar.

  1. Discharge Characteristics of Microwave and High-Frequency In-Liquid Plasma in Water - IOPscience. discharge... doi.org/10.1143/APEX.1.046002Discharge Characteristics of Microwave and High Frequency In Liquid Plasma in Water IOPscience discharge doi 10 1143 APEX 1 046002
  2. Nanomaterial Synthesis Using Plasma Generation in Liquid - Saito - 2015 - Journal of Nanomaterials -... doi.org/10.1155/2015/123696Nanomaterial Synthesis Using Plasma Generation in Liquid Saito 2015 Journal of Nanomaterials doi 10 1155 2015 123696
  3. Excitation Analysis of Transverse Electric Mode Rectangular Waveguide | Hidayat | Jurnal Elektronika... jurnalet.com/jet/article/view/335Excitation Analysis of Transverse Electric Mode Rectangular Waveguide Hidayat Jurnal Elektronika jurnalet jet article view 335
Read online
File size503.75 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test