STTSAPPISTTSAPPI

http://ojs.sttsappi.ac.id/index.php/tedeum/indexhttp://ojs.sttsappi.ac.id/index.php/tedeum/index

Orang tua tunggal menghadapi tantangan kompleks berupa peran ganda sebagai pencari nafkah dan pengasuh utama, yang sering memicu stres tinggi akibat tekanan ekonomi, tuntutan pengasuhan, dan keterbatasan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kecerdasan spiritual Kristen dalam manajemen stres orang tua tunggal. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap artikel ilmiah yang membahas keterkaitan spiritualitas, coping, dan kesejahteraan psikologis. Temuan menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual Kristen berfungsi sebagai mekanisme coping berbasis emosi yang membantu regulasi emosi, memberikan makna transenden, dan memperkuat ketahanan psikologis. Praktik iman seperti doa, refleksi firman, serta dukungan komunitas gereja terbukti mengurangi isolasi sosial dan meningkatkan rasa memiliki, sehingga orang tua tunggal lebih resilien dalam menghadapi tekanan hidup. Artikel ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan spiritualitas Kristen, strategi coping, dan dukungan sosial sebagai fondasi manajemen stres. Model ini dapat menjadi arah penelitian lanjutan melalui studi empiris dan pengembangan instrumen pengukuran spiritual coping untuk memperkaya literatur psikologi, teologi pastoral, dan intervensi praktis bagi kesejahteraan keluarga.

Penelitian ini menegaskan bahwa kecerdasan spiritual Kristen merupakan fondasi penting dalam menghubungkan spiritualitas, strategi coping, dan ketahanan keluarga pada orang tua tunggal.Spiritualitas berfungsi sebagai sumber makna transenden yang menolong individu memahami penderitaan bukan sekadar beban, melainkan sebagai peluang untuk pertumbuhan.Dengan mengintegrasikan prinsip kasih Allah, regulasi emosi, serta strategi coping, orang tua tunggal mampu menghadapi tekanan psikologis dengan lebih resilien.Penelitian lanjutan diperlukan untuk memperdalam pemahaman tentang kontribusi kecerdasan spiritual terhadap coping dan ketahanan keluarga.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi empiris dengan pendekatan mixed methods untuk memahami secara lebih komprehensif interaksi antara spiritualitas, regulasi emosi, dan kesejahteraan keluarga pada orang tua tunggal. Kedua, pengembangan instrumen pengukuran spiritual coping yang valid dan reliabel akan membantu mengukur kontribusi spiritualitas secara lebih objektif dan terstandar. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana gereja dan komunitas iman dapat berperan lebih efektif dalam memberikan dukungan holistik kepada orang tua tunggal, termasuk dukungan emosional, spiritual, dan praktis, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan ketahanan keluarga mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur akademik dan memberikan dasar bagi pengembangan intervensi praktis yang lebih efektif untuk mendukung kesejahteraan orang tua tunggal dan keluarga mereka.

  1. Increasing Spiritual Intelligence as an Effort to Fortify the Younger Generation from the Depravity of... jurnaledukasia.org/index.php/edukasia/article/view/405Increasing Spiritual Intelligence as an Effort to Fortify the Younger Generation from the Depravity of jurnaledukasia index php edukasia article view 405
  2. Home Page. home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies... Doi.OrgHome Page home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies Doi Org
  1. #peran ganda#peran ganda
  2. #manajemen stres#manajemen stres
Read online
File size382.67 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-3rx
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test