STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA

Jurnal ABDIMAS PanritaJurnal ABDIMAS Panrita

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan fisik pada orang dewasa, dan penyebab kematian nomor dua di negara-negara berpendapatan menengah dan tinggi. Semakin bertambahnya usia, risiko berbagai penyakit pada lansia akan semakin meningkat. Salah satunya adalah stroke yang terjadi karena suplai darah ke bagian otak berhenti. Tujuan kegiatan ini untuk mengurangi risiko stroke pada lansia melalui program edukasi dan aktivitas fisik yang terorganisir. Pengabdian kepada masyarakat dikemas dalam bentuk penyuluhan tentang stroke, senam, dan pemeriksaan tekanan darah. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan edukatif dan senam partisipatif. Kriteria peserta dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan koordinasi dengan petugas Puskesmas. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan Pre edukasi diperoleh hasil tertinggi yaitu kriteria baik sebanyak 19 orang (67.9%) di Puskesmas Bontobangun, dan 10 orang (60.6%) dengan kriteria pengetahuan baik di Puskesmas Tanete. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan Post edukasi didapatkan hasil tingkat pengetahuan baik meningkat menjadi 25 orang (9.3%) di Puskesmas Bontobangun, dan 31 orang (93.9%) di Puskesmas Tanete. Keaktifan peserta dalam mengikuti senam di Puskesmas Bontobangun dengan kriteria aktif sebanyak 28 orang (100%) dan Puskesmas Tanete sebanyak 31 orang (93.9%) dengan kriteria aktif. Hasil pengukuran tekanan darah paling banyak dengan kriteria tekanan darah > 130 mmHg sebesar 57.1% di Puskesmas Bontobangun dan 54.5% di Puskesmas Tanete. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berjalan dengan baik dan mendapat tanggapan positif dari peserta lanjut usia. Untuk meningkatkan upaya pencegahan penyakit tidak menular pada kelompok lansia, kegiatan serupa harus dilakukan secara rutin dan berkala, dan cakupan pendidikan harus diperluas dengan melibatkan komunitas dan keluarga lansia.

Kegiatan pengabdian di Puskesmas Bontobangun dan Tanete berhasil meningkatkan pemahaman peserta lansia tentang faktor risiko, tanda-tanda stroke, dan pentingnya gaya hidup sehat melalui edukasi.Senam pencegahan stroke meningkatkan motivasi aktivitas fisik serta kualitas hidup psikososial lansia, termasuk rasa kebersamaan dan kebahagiaan.Untuk memperkuat pencegahan penyakit tidak menular pada lansia, program serupa harus dilaksanakan secara rutin dengan cakupan pendidikan yang lebih luas melibatkan komunitas dan keluarga.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efek jangka panjang kombinasi edukasi dan senam terhadap kejadian stroke pada populasi lansia, sehingga dapat diketahui apakah intervensi ini memberikan perlindungan berkelanjutan. Selanjutnya, studi komparatif antara berbagai jenis aktivitas fisik, seperti senam tradisional, tai chi, atau latihan aerobik, dapat menilai perbedaan dampaknya terhadap tekanan darah serta fungsi kognitif pada lansia. Terakhir, investigasi peran keterlibatan keluarga dan komunitas dalam mempertahankan kepatuhan peserta terhadap program pencegahan stroke dapat memberikan insight tentang strategi sosial yang efektif untuk memperluas jangkauan dan keberlanjutan program serupa.

  1. #terapi zikir#terapi zikir
  2. #kualitas hidup lansia#kualitas hidup lansia
Read online
File size342.68 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-3km
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test