UBHUBH

ABSTRACT OF UNDERGRADUATE RESEARCH, FACULTY OF INDUSTRIAL TECHNOLOGY, BUNG HATTA UNIVERSITYABSTRACT OF UNDERGRADUATE RESEARCH, FACULTY OF INDUSTRIAL TECHNOLOGY, BUNG HATTA UNIVERSITY

Penelitian ini menganalisis fenomena springback pada proses V-Bending baja ST 37 dengan penerapan perlakuan panas quenching. Baja ST 37, yang mengandung kadar karbon 0,15%, dipilih sebagai material uji. Springback adalah perubahan bentuk elastis yang terjadi setelah proses pembengkokan logam, yang dapat memengaruhi kualitas produk akhir. Dalam studi ini, dilakukan eksperimen menggunakan material baja ST 37 yang diberi perlakuan panas quenching untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap tingkat springback. Metode yang digunakan melibatkan uji coba V-Bending pada sudut yang berbeda (80˚, 85˚, dan 90˚) serta penggunaan oli sebagai media pendingin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan panas quenching secara signifikan mengurangi tingkat springback pada baja ST 37, sehingga menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik.

Studi ini menganalisis baja ST 37 dengan dan tanpa perlakuan panas quenching pada suhu 727 °C menggunakan oli Prima XP 20W‑50, dan menemukan bahwa perlakuan panas meningkatkan kekuatan luluh dari 235 MPa menjadi 323,8 MPa serta modulus elastisitas dari 210 GPa menjadi 348 GPa, meskipun ketangguhan menurun.Pada proses V‑bending dengan sudut die 80°, 85°, dan 90°, nilai springback tertinggi (0,971) terjadi pada material yang menjalani quenching dengan sudut die 85°, sedangkan nilai terendah (0,919) dicapai pada material tanpa perlakuan panas dengan sudut die 80°.Hasil tersebut menegaskan pengaruh signifikan perlakuan panas terhadap sifat mekanik dan perilaku springback material baja ST 37.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh variasi media pendingin, seperti air atau minyak khusus, terhadap tingkat springback pada baja ST 37 yang mengalami proses quenching, sehingga dapat menentukan media paling efektif dalam mengurangi deformasi elastis. Selain itu, pengembangan model prediktif berbasis pembelajaran mesin yang mengintegrasikan parameter proses (suhu, waktu pemanasan, sudut die, dan ketebalan material) dapat membantu memprediksi nilai springback secara akurat sebelum eksperimen dilakukan, mempercepat proses desain. Selanjutnya, studi komparatif antara baja ST 37 dengan baja paduan lain, misalnya baja 1045 atau baja tahan karat, dapat mengidentifikasi perbedaan respons springback terhadap perlakuan quenching, memberikan panduan pemilihan material yang optimal untuk aplikasi manufaktur dengan toleransi dimensi yang ketat.

  1. #kekuatan tarik#kekuatan tarik
  2. #motor diesel#motor diesel
Read online
File size456.17 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-3fg
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test