POLITANI SAMARINDAPOLITANI SAMARINDA

TEPIANTEPIAN

Dalam industri properti Indonesia yang kompleks, perusahaan membutuhkan kerangka pengembangan yang kokoh untuk mengintegrasikan elemen bisnis dan teknologi secara efektif. Penelitian ini merancang model arsitektur bisnis komprehensif menggunakan pendekatan Enterprise Architecture dan bahasa pemodelan ArchiMate. Penelitian dimulai dengan metode Business Model Canvas (BMC) untuk mengidentifikasi empat aliran pendapatan utama pengembang properti: penjualan properti, pendapatan sewa, pendapatan hospitality, dan pendapatan dari sektor ritel dan hiburan. Untuk setiap aliran pendapatan, model arsitektur bisnis terperinci dibangun menggunakan ArchiMate, memetakan hubungan antara komponen kunci seperti pelaku bisnis, proses bisnis, aplikasi pendukung, data, dan teknologi sistem. Model arsitektur bisnis yang dihasilkan menunjukkan alur nilai dan keterkaitan kritis dalam setiap aliran pendapatan, memberikan wawasan strategis bagi pengembang properti untuk mengoptimalkan operasional sesuai tujuan bisnis.

Penelitian ini merancang model arsitektur bisnis untuk pengembang properti Indonesia dengan pendekatan Enterprise Architecture menggunakan ArchiMate.Empat model bisnis dibangun berdasarkan aliran pendapatan utama.Penjualan Properti, Pendapatan Sewa, Pendapatan Hospitality, dan Pendapatan Ritel & Hiburan.Pendekatan ini menunjukkan pentingnya integrasi sistem dan teknologi dalam meningkatkan efisiensi operasional serta strategi berbasis data.Rekomendasi meliputi penerapan bertahap model ini mulai dari unit bisnis berkemitmen tinggi dan pelatihan tim untuk memaksimalkan pemanfaatan ArchiMate.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak kuantitatif penerapan model arsitektur ini terhadap kinerja bisnis pengembang properti, terutama dalam konteks pertumbuhan berkelanjutan di pasar dinamis. Sebuah studi juga bisa membandingkan keefektifan pendekatan ArchiMate dengan alat pemodelan lain dalam integrasi silang sektor dalam proyek properti. Selain itu, penelitian perlu mengevaluasi adaptabilitas model ini terhadap perubahan regulasi atau tren pasar, seperti kebutuhan akan pengembangan hijau atau digitalisasi layanan.

  1. Modelling using ArchiMate language: A case study - Nordine Benkeltoum, 2025. modelling archimate language... journals.sagepub.com/doi/10.1177/20438869251349223Modelling using ArchiMate language A case study Nordine Benkeltoum 2025 modelling archimate language journals sagepub doi 10 1177 20438869251349223
  2. Business Architecture Design in Indonesia’s Property Development Industry | TEPIAN. business architecture... doi.org/10.51967/tepian.v6i3.3449Business Architecture Design in IndonesiaAos Property Development Industry TEPIAN business architecture doi 10 51967 tepian v6i3 3449
Read online
File size1.02 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test