UNITRIUNITRI

BUANA SAINSBUANA SAINS

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh literasi keuangan terhadap ketahanan UMKM pangan dengan mempertimbangkan pemanfaatan teknologi finansial (fintech) sebagai aspek pendukung utama. Dengan memahami hubungan tersebut, diharapkan dapat dirumuskan strategi peningkatan literasi keuangan yang tepat guna mendukung keberlanjutan UMKM pangan di era digital. Penelitian ini menawarkan keunggulan dibandingkan penelitian sebelumnya dengan mengintegrasikan pendekatan literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi finansial (fintech) secara simultan dalam mengukur ketahanan UMKM pangan, khususnya di era digitalisasi ekonomi. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya hanya fokus pada aspek literasi keuangan atau ketahanan usaha secara terpisah, penelitian ini menggabungkan kedua variabel tersebut dalam konteks pemanfaatan fintech sebagai instrumen modern dalam pengelolaan keuangan UMKM. Kebaruan (novelty) dari penelitian ini terletak pada pendekatan holistik yang mengaitkan tingkat literasi keuangan pelaku usaha dengan kemampuan adaptif mereka terhadap platform fintech, yang pada gilirannya berdampak pada ketahanan bisnis di sektor pangan. Selain itu, metode yang digunakan memanfaatkan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi berganda serta uji moderasi untuk mengidentifikasi peran fintech sebagai variabel intervening atau moderating, yang belum banyak digunakan dalam studi serupa di wilayah atau konteks UMKM pangan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoritis, tetapi juga menawarkan implikasi praktis bagi pelaku usaha dan pemangku kebijakan.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan merupakan faktor terpenting dalam membangun ketahanan UMKM pangan di Kota Blitar, dengan pengaruh yang kuat dan signifikan (β = 0.Ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan lebih krusial daripada sekadar mengadopsi teknologi.Fintech berperan sebagai pendukung, dengan pengaruh positif namun lebih moderat (β = 0.Teknologi keuangan digital berfungsi sebagai alat bantu literasi yang memperkuat dampak keuangan, namun bukan pengganti pengetahuan keuangan dasar.Usia usaha tidak menentukan ketahanan (β = 0.Di era digital, kapabilitas dan adaptasi lebih penting daripada sekadar pengalaman atau lamanya usaha berdiri.Kombinasi optimal untuk memperkuat UMKM pangan adalah dengan memprioritaskan peningkatan literasi keuangan yang kemudian didukung oleh adopsi fintech secara bertahap dan tepat guna.Model penelitian berhasil menjelaskan 45% ketahanan UMKM, menunjukkan bahwa antara pendidikan keuangan dan teknologi memberikan dampak substantif, meski masih ada faktor lain di luar model yang perlu dieksplorasi lebih lanjut.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara UMKM pangan yang memiliki tingkat literasi keuangan dan adopsi fintech yang tinggi dengan UMKM pangan yang belum optimal dalam hal ini. Studi komparatif dapat memberikan pemahaman lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan UMKM pangan di era digital. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada pengembangan model pendidikan keuangan yang terintegrasi dengan adopsi fintech secara bertahap dan tepat guna, serta mengeksplorasi peran pemerintah dan lembaga keuangan dalam mendukung upaya peningkatan literasi keuangan dan adopsi fintech di kalangan UMKM pangan.

  1. #pelaku usaha#pelaku usaha
  2. #keuangan umkm#keuangan umkm
Read online
File size262.33 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-34X
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test