UNIMUGOUNIMUGO

Jurnal Ilmiah Kesehatan KeperawatanJurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan

Toddler merupakan tahap perkembangan psikososial kedua setelah bayi, pada rentang usia 18 hingga 36 bulan. Kegagalan mencapai perkembangan psikososial otonomi dapat dicegah dengan memberikan stimulasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status pekerjaan ibu dengan kemampuan ibu dalam menstimulasi perkembangan psikososial otonomi pada toddler. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 168 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan ibu adalah modifikasi dari Infant-Toddler Child Care HOME Inventory. Analisis data menggunakan chi-square, dan hasilnya menunjukkan tidak ada korelasi yang signifikan antara status pekerjaan ibu dengan kemampuan menstimulasi perkembangan psikososial otonomi pada toddler (p = 0,106; p > 0,005). Disarankan agar kelompok BKB (Bina Keluarga Balita) diselenggarakan di setiap Posyandu sebagai pusat pelayanan dan pembelajaran bagi ibu mengenai deteksi dini dan stimulasi perkembangan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara status pekerjaan ibu dengan kemampuan dalam menstimulasi perkembangan psikososial otonomi pada toddler.Kemampuan ibu dalam memberikan stimulasi perkembangan tidak hanya dipengaruhi oleh waktu interaksi, tetapi juga oleh pengetahuan dan pemahaman mengenai stimulasi yang tepat.Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu melalui penyuluhan atau pelatihan untuk mengoptimalkan stimulasi perkembangan anak.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan mengukur secara spesifik jam kerja dan jenis pekerjaan ibu untuk menganalisis pengaruhnya terhadap kemampuan stimulasi. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman ibu bekerja dan tidak bekerja dalam memberikan stimulasi perkembangan anak, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat yang mereka hadapi. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program pelatihan stimulasi perkembangan yang disesuaikan dengan status pekerjaan ibu, dengan tujuan meningkatkan kemampuan mereka dalam mendukung perkembangan psikososial otonomi pada toddler. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara status pekerjaan ibu dan perkembangan anak, serta menghasilkan rekomendasi program yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak di masyarakat.

  1. #status pekerjaan#status pekerjaan
  2. #diabetes mellitus#diabetes mellitus
Read online
File size269.01 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2Es
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test