STT GKESTT GKE

Jurnal Teologi PambelumJurnal Teologi Pambelum

Artikel ini menganalisis relevansi teologi digital sebagai pendekatan dalam pemberian persembahan melalui sistem QRIS di era digital bagi jemaat GMIM Kuranga Talete Dua. Teologi digital memandang teknologi bukan hanya sebagai alat bantu, melainkan sebagai ruang baru yang dapat digunakan untuk mewujudkan partisipasi iman secara kontekstual dan aktual. Dalam konteks ini, penggunaan QRIS sebagai media persembahan dipahami sebagai bentuk aktualisasi iman jemaat dalam dunia digital yang terus berkembang. Pemberian persembahan melalui QRIS bukan hanya efisien, tetapi juga mencerminkan keterbukaan gereja terhadap perubahan zaman dan upaya untuk menjangkau generasi digital tanpa terpengaruh dengan dampak negatif dari teknologi. Analisis ini menemukan bahwa integrasi antara pemahaman teologis dan pemanfaatan teknologi dapat memperkuat spiritualitas jemaat sekaligus menjaga nilai sakral dalam ibadah. Teologi digital, dengan demikian, menjadi landasan yang relevan untuk membentuk pola hidup jemaat yang aktif dan kontributif di tengah realitas digital.

Pemberian persembahan via QRIS di Jemaat GMIM Kuranga Talete Dua mencerminkan pergeseran spiritualitas umat dalam menghadapi dunia digital, namun juga menyisakan tantangan teologis yang perlu dijawab dengan bijak.Meskipun teknologi memberikan kemudahan dan membuka akses partisipasi yang lebih luas, gereja tetap harus memastikan bahwa metode ini tidak mengikis makna ibadah sebagai relasi yang utuh antara umat dan Allah, serta antar sesama.Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang tidak hanya teknis, tetapi juga teologis dan relasional, agar digitalisasi pelayanan benar-benar menjadi sarana yang membangun iman dan kebersamaan, bukan malah menjadikannya dangkal dan individualistik.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penerapan QRIS di komunitas gereja dengan latar belakang budaya berbeda, mengkaji hubungan antara penggunaan teknologi dalam pemberian persembahan dan kemungkinan perubahan persepsi tentang nilai sakral ibadah. Selain itu, penting untuk mempelajari bagaimana teknologi digital dapat digunakan sebagai sarana dialog antar generasi dalam konteks rohani, serta mengevaluasi efektivitas penggunaan QRIS dalam memperkuat partisipasi jemaat muda dalam kehidupan gereja. Studi juga dapat mengeksplorasi perbandingan antara pemberian persembahan konvensional dan digital dalam aspek spiritualitas dan dampak sosial jemaat.

  1. Gereja Dan Pengaruh Teknologi Informasi “Digital Ecclesiology” | Fidei:... stt-tawangmangu.ac.id/e-journal/index.php/fidei/article/view/12Gereja Dan Pengaruh Teknologi Informasi yCeDigital EcclesiologyyCAy Fidei stt tawangmangu ac e journal index php fidei article view 12
  1. #era digital#era digital
  2. #teknologi digital#teknologi digital
Read online
File size337.51 KB
Pages19
Short Linkhttps://juris.id/p-2hm
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test