STIKESWILLIAMBOOTHSTIKESWILLIAMBOOTH

KebKeb

Angka kejadian retensio plasenta di PMB Sari Surabaya selama tiga periode pada tahun 2019-2020 cenderung meningkat yaitu 2,83% - 4,19%, dimana retensio plasenta dapat menyebabkan perdarahan postpartum primer yang merupakan penyebab utama kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur dan paritas dengan kejadian retensio plasenta di PMB Sari Surabaya. Metode yang digunakan adalah analitik dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 568 orang dengan sampel sebanyak 58 orang. Pengumpulan data menggunakan data sekunder yaitu buku register persalinan di PMB Sari Surabaya. Data diolah, disajikan dengan tabulasi frekuensi dan silang kemudian dianalisa dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan umur ibu bersalin mayoritas 20-35 tahun sebanyak 40 orang (68,9%) dan paritas mayoritas primipara sebanyak 38 orang (65,5%). Sedangkan ibu bersalin yang mengalami retensio plasenta sebanyak 19 orang (32,8%). Hasil analisa data untuk umur dengan uji chi square diperoleh χ² hitung 13,6 dan χ² tabel 3,84 jadi χ² hitung > χ² tabel maka ho ditolak. Untuk paritas dengan uji chi square diperoleh χ² hitung 6,7 dan χ² tabel 3,84 jadi χ² hitung > χ² tabel maka ho ditolak.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara umur dan paritas dengan kejadian retensio plasenta.Umur ibu yang tergolong muda (<20 tahun) atau tua (>35 tahun) memiliki risiko lebih tinggi mengalami retensio plasenta dibandingkan usia ideal 20-35 tahun.Ibu dengan paritas multipara dan grandemultipara juga lebih berisiko mengalami retensio plasenta dibandingkan primipara.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi hubungan antara riwayat persalinan sebelumnya, seperti sectio caesarea atau kuretase, dengan kejadian retensio plasenta pada ibu dengan umur dan paritas tertentu, mengingat faktor-faktor ini disebutkan sebagai predisposisi dalam latar belakang namun tidak diuji dalam penelitian ini. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi yang mengamati efektivitas Antenatal Care (ANC) komprehensif dalam mengurangi risiko retensio plasenta pada kelompok ibu berisiko tinggi berdasarkan umur dan paritas, untuk melihat apakah pendekatan pencegahan saat ANC benar-benar menurunkan angka kejadian. Ketiga, diperlukan penelitian kualitatif untuk memahami kendala dan praktik bidan dalam menangani retensio plasenta di PMB, terutama dalam penerapan Asuhan Persalinan Normal (APN), agar intervensi pelatihan dan standarisasi pelayanan bisa dirancang lebih tepat sasaran berdasarkan kondisi riil di lapangan.

  1. #indeks massa tubuh#indeks massa tubuh
  2. #nyeri lutut#nyeri lutut
Read online
File size194.02 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2dd
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test