AACENDIKIAJOURNALAACENDIKIAJOURNAL

AACENDIKIA: Journal of NursingAACENDIKIA: Journal of Nursing

Pendahuluan: Anemia pada kehamilan dapat disebabakan oleh kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metode: Jenis penelitian ini di lakukan adalah kuantitatif survey analitik dengan pendekatan crosssectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Batu-Batu Kabupaten Soppeng sebanyak 40 ibu hamil pada bulan Januari sampai Juni 2021. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling jumlah sebanyak 40 sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase kunjungan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Batu-Batu Kabupaten Soppeng tahun 2021 yang memenuhi syarat selama proses kehamilan yaitu sebanyak 23 orang (57,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batu-Batu Kabupaten Soppeng Tahun 2021 dengan nilai p=0,049. Kesimpulan: Diharapkan ibu hamil bertanya pada setiap kali kunjungan selain kehamilan dan kesehatan janin namun, dirasa perlu untuk menanyakan asupan gizi yang harus dipenuhi, dan dikurangi saat hamil dan melakukan semua saran yang diberikan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,5% ibu hamil di Puskesmas Batu-Batu Kabupaten Soppeng tahun 2021 melakukan kunjungan ANC yang memenuhi syarat.Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil di lokasi tersebut dengan nilai p=0,049.Ibu hamil diharapkan secara rutin memeriksakan kehamilan dan aktif menanyakan asupan gizi yang diperlukan selama kehamilan kepada tenaga kesehatan.

Berdasarkan temuan bahwa frekuensi kunjungan ANC berhubungan dengan anemia, penelitian selanjutnya bisa menggali lebih dalam. Pertama, penting untuk meneliti bagaimana tingkat pengetahuan gizi yang dimiliki ibu hamil memengaruhi risiko anemia, terlepas dari seberapa sering mereka memeriksakan kehamilan. Ini akan membantu memahami apakah masalah utamanya adalah akses layanan atau kesadaran akan pola makan sehat. Selanjutnya, karena penelitian ini hanya dilakukan di satu lokasi, suatu penelitian perbandingan dapat mengungkap mengapa hasilnya bisa berbeda. Sebuah studi bisa membandingkan efektivitas program pemberian tablet tambah darah dan konseling gizi di beberapa puskesmas yang berbeda untuk melihat faktor mana yang paling berpengaruh dalam menurunkan kasus anemia. Terakhir, untuk melihat gambaran yang lebih luas, diperlukan penelitian yang mengikuti perkembangan bayi yang lahir dari ibu penderita anemia. Studi ini dapat menjawab pertanyaan tentang dampak jangka panjang anemia ibu terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak hingga usia balita, serta peran penting deteksi dini melalui ANC dalam mencegah masalah tersebut di masa depan.

  1. #risiko anemia#risiko anemia
  2. #status gizi balita#status gizi balita
Read online
File size153.81 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-28O
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test