STIKESSUAKAINSANSTIKESSUAKAINSAN

JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI)JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI)

Perawat memiliki fungsi kolaboratif dalam pemberian obat-obatan bagi pasien. Perawat terlibat dalam tahap administrasi obat dan memainkan peran kunci dalam mencegah kesalahan dalam kolaborasi pemberian obat dengan menerapkan sasaran keselamatan pasien pada tahap administrasi obat sesuai dengan prinsip tujuh benar dalam pemberian obat. 4 dari 5 perawat mengakui bahwa mereka tidak sempat menjelaskan manfaat dari obat, dan perawat juga tidak menunggui pasien untuk meminum obatnya. Beberapa obat ada yang masih dipegang oleh pasien dan tidak disiapkan oleh perawat. Motivasi perawat yang kurang menyebabkan kurangnya disiplin perawat dalam pelaksanaan pemberian obat oral yang berdasarkan Standar Prosedur Operasional (SPO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi . Metode dari penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Uji validitas kuesioner menggunakan Pearson Product Moment dan Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel bebas dan variabel terikat. Analisis bivariat dengan Spearman Rank. Hasil dari analisis univariat menunjukkan motivasi maupun kepatuhan perawat dalam pemberian obat oral dengan kategori baik. Analisis bivariat p value = 0,582 > 0,05 menunjukkan Ha ditolak sehingga hipotesis dalam penelitian ini tidak terpenuhi. Artinya, tidak ada hubungan signifikan antara motivasi perawat dengan kepatuhan pelaksanan pemberian obat oral di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang.

Penelitian dengan jumlah responden 43 perawat sebagai responden di Ruang Rawat Inap RSUD Tamiang Layang, Barito Timur menyimpulkan bahwa “Tidak ada hubungan antara motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan pelaksanaan pemberian obat oral di ruang rawat inap RSUD Tamiang Layang.Angka signifikansi hasil riset adalah 0,582 > 0,05 dan koefisien relasi sebesar - 0,086 (negatif). Adapun implikasi penelitian ini adalah untuk menilai motivasi perawat dalam pelaksanaan kepatuhan permberian obat sehingga diharapkan perawat mampu berperan dalam menurunkan angka kejadian yang tidak diharapkan (medication error) di rumah sakit.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut yang berfokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi perawat dalam pelaksanaan pemberian obat oral. Penelitian ini dapat mengeksplorasi hubungan antara motivasi perawat dengan faktor-faktor seperti lingkungan kerja, dukungan manajemen, dan pelatihan yang diterima perawat. Selain itu, studi lanjutan dapat menyelidiki dampak dari kepatuhan perawat terhadap hasil kesehatan pasien dan keamanan obat. Dengan memahami faktor-faktor ini, rumah sakit dapat mengembangkan strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan kepatuhan perawat dalam pemberian obat oral, sehingga dapat mengurangi kejadian yang tidak diharapkan (medication error) dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

  1. #faktor motivasi#faktor motivasi
Read online
File size213.5 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-27J
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test