UNISBA BLITARUNISBA BLITAR

VIABEL: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu PertanianVIABEL: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian

Pengolahan sampah khususnya di daerah perkotaan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Daerah perkotaan yang memiliki populasi penduduk padat dan keterbatasan ketersediaan lahan pengolahan sampah menjadikan harus ada solusi untuk mengatasi hal tersebut. Sampah organik seringkali belum diolah dengan baik, terutama di daerah perkotaan. Oleh karena itu, budidaya maggot BSF (Black Soldier Fly) sebagai pengurai sampah organik dapat menjadi salah satu solusi mengurangi sampah organik sekaligus berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemasaran maggot BSF sebagai pakan ternak. Salah satu lembaga pemerintah yang melakukan edukasi, budidaya, dan pemasaran maggot BSF adalah Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bauran pemasaran maggot BSF di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terdapat 7 faktor yang mempengaruhi bauran pemasaran yaitu produk, harga, promosi, tempat, orang, proses dan bukti fisik. Pemasaran maggot BSF dalam keadaan hidup menjadi kendala tersendiri, maka dalam proses distribusi harus memiliki perlakuan khusus. Maggot BSF segar juga memiliki waktu yang singkat sebelum berubah menjadi pre-pupa. Selain itu, belum banyak masyarakat yang mengenal maggot BSF sebagai pakan alternatif ternak ikan dan unggas.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta menghasilkan beberapa produk maggot BSF, yaitu telur BSF, maggot segar berumur 10-15 hari, dan pupa berumur lebih dari 21 hari, dengan harga jual tertentu.Promosi dilakukan melalui media online dan offline, sementara lokasi budidaya berada di Taman Winasis, dan melibatkan tiga tenaga kerja kontrak.Kendala utama pemasaran adalah sifat maggot yang hidup serta umur simpan pendek, sehingga solusinya adalah pengembangan produk kering dan peningkatan edukasi kepada masyarakat.

Pertama, perlu penelitian lebih lanjut mengenai proses pengeringan maggot BSF yang efektif dan terjangkau agar produk bisa tahan lama dan mudah dikirim ke luar daerah, sehingga distribusi tidak terbatas di sekitar Surakarta. Kedua, penting untuk mengevaluasi sejauh mana edukasi melalui media online seperti Instagram dan YouTube sudah menjangkau peternak kecil dan masyarakat umum, serta bagaimana cara meningkatkan efektivitas konten edukatif agar lebih menarik dan mudah dipahami. Ketiga, perlu dikaji potensi pemasaran maggot kering sebagai pakan ternak komersial dengan membandingkan pertumbuhan ikan lele atau ayam yang diberi pakan maggot kering versus pelet, untuk membuktikan nilai ekonomi dan manfaat nutrisinya secara lebih meyakinkan bagi calon konsumen.

  1. #bauran pemasaran#bauran pemasaran
  2. #analisis usaha#analisis usaha
Read online
File size137.78 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1Oc
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test