STIP FARMINGSTIP FARMING

AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu PertanianAGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan petani tebu anggota Gapoktan Tambah Makmur serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani tebu anggota Gapoktan Tambah Makmur di Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Penelitian ini dilakukan pada 12 Oktober - 2 Desember 2022 di Desa Bae Kecamatan Bae Kabupaten Kudus. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan penghasil tebu terbesar di Kecamatan Bae. Metode yang digunakan yaitu survei. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dengan kuesioner. Metode penentuan sampel menggunakan sensus yaitu sebanyak 74 petani tebu. Data analisis menggunakan analisis deskriptif dan kuantitatif menggunakan analisis pendapatan usahatani, one sample t-test dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya produksi rata-rata yang dikeluakan Rp 23.529.770,-/MT, penerimaan rata-rata sebesar Rp 36.027.568,-/MT, dan pendapatan rata-rata sebesar Rp 12.497.798,-/MT dengan luas lahan rata-rata sebesar 1,57 ha. Berdasarkan hasil uji one sample t-test diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Hal tersebut menunjukan bahwa pendapatan petani tebu Desa Bae lebih rendah jika dibandingkan dengan UMK Kabupaten Kudus. Secara serempak faktor-faktor produksi luas lahan, biaya tenaga kerja, biaya bibit, biaya pestisida, dan jumlah produksi berpengaruh terhadap pendapatan. Secara parsial yaitu terdapat dua variabel faktor produksi yang berpengaruh tidak nyata terhadap pendapatan petani tebu di Desa Bae Kabupaten Kudus, yaitu biaya bibit dan biaya pupuk. Sedangkan variabel lain biaya tenaga kerja,biaya pestisida, biaya bibit dan biaya produksi berpengaruh nyata dan signifikan terhadap pendapatan petani tebu.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa.Penerimaan rata-rata yang diperoleh usahatani padi anggota Gapoktan Widodo yaitu sebesar Rp 36.568,-/MT, biaya produksi yang digunakan rata-rata sebesar Rp 23.675,-/MT, dan pendapatan rata- rata sebesar Rp 12.798,-/MT dengan luas lahan rata-rata 1,57 ha.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendapatan petani tebu anggota Gapoktan Tambah Makmur berbeda dengan UMK Kabupaten Kudus.Variabel yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani tebu di Desa Bae Kabupaten Kudus, yaitu luas lahan, biaya tenaga kerja, biaya pestisida, dan Jumlah Produksi.Sedangkan dua variabel lain yaitu biaya bibit dan biaya pupuk tidak berpengaruh nyata dan signifikan terhadap pendapatan petani tebu.Sedangkan secara simultan variabel luas lahan, biaya tenaga kerja, biaya pupuk, biaya pestisida, biaya bibit, dan jumlah produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani tebu di Desa Bae Kabupaten Kudus.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani tebu, seperti analisis biaya produksi dan penerimaan yang lebih rinci. Selain itu, dapat juga dilakukan studi komparatif antara pendapatan petani tebu dengan komoditas pertanian lainnya di daerah yang sama. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada strategi peningkatan pendapatan petani tebu, seperti analisis efektivitas penggunaan pestisida dan pupuk, atau studi tentang inovasi teknologi pertanian yang dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih yang lebih luas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Indonesia.

Read online
File size116.34 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test