STAITARUNASTAITARUNA

International Journal of Islamic Thought and HumanitiesInternational Journal of Islamic Thought and Humanities

Penelitian ini mengkaji hadits-hadits mengenai status wanita yang menikah lebih dari sekali, dengan merujuk pada fatwa Ibn Hajar al-Haitami dalam Al-Fatāwā al-Ḥadītsiyyah dan relevansinya terhadap yurisprudensi keluarga Islam. Studi ini berfokus pada dua hadits utama: hadits tentang wanita yang bersama suaminya yang terakhir (al-maratu li ākhiri azwājihā) dan hadits tentang hak memilih pasangan di akhirat (takhyīr). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian pustaka, mengintegrasikan analisis hadits, yurisprudensi Islam, dan studi sosio-agama. Sumber primer adalah Al-Fatāwā al-Ḥadītsiyyah dan koleksi hadits klasik, didukung oleh literatur akademik kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa hadits al-maratu li ākhiri azwājihā tidak memiliki satu rantai transmisi yang benar-benar otentik, tetapi didukung oleh beberapa jalur transmisi. Sementara itu, hadits-hadits yang tampak bertentangan dengannya dianggap lemah. Ibn Hajar al-Haitami memahami hadits-hadits ini secara kontekstual dan tidak menjadikannya dasar hukum yang menentukan, melainkan menyatukan hadits-hadits yang berbeda melalui metode al-jam wa at-tawfīq. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif dalam mengembangkan yurisprudensi keluarga Islam yang berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan publik.

Pertama, hadits tentang pernikahan kembali janda memiliki kualitas sanad yang bervariasi.Hadits suami terakhir tidak memiliki satu rantai otentik tetapi didukung oleh berbagai jalur, sehingga dinilai sebagai hasan li ghairih.Hadits takhyīr masih diperdebatkan dan umumnya dianggap lemah oleh kebanyakan sarjana.Kedua, al-Haitami menggunakan al-jam wa al-tawfīq untuk menyatukan narasi hadits yang tampak bertentangan, dengan membedakan antara wanita yang meninggal dalam ikatan pernikahan dan mereka yang perceraian.Istinbāṭ-nya mengintegrasikan hadits dan yurisprudensi, memosisikan hadits sebagai informasi teologis yang diinterpretasikan melalui prinsip madhhab, ushul fiqh, dan maṣlaḥah.

Saran penelitian lanjutan: (1) Bandingkan metode al-Haitami dengan sarjana dari tradisi madhhab lainnya; (2) Lakukan studi empiris tentang pemahaman dan penerapan hadits ini tentang pernikahan kembali oleh komunitas Muslim kontemporer; (3) Terapkan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan kritik hadits, yurisprudensi, studi gender, dan sosiologi; dan (4) Lakukan studi komparatif lintas masyarakat Muslim untuk mengidentifikasi faktor kontekstual yang mempengaruhi implementasi fatwa.

  1. Orientalists' Criticism Of Saida Aisha's Marriage: Analytical Study Of Hadith Narrations |... doi.org/10.33102/johs.v8i2.259Orientalists Criticism Of Saida Aishas Marriage Analytical Study Of Hadith Narrations doi 10 33102 johs v8i2 259
  2. A Legal Analysis of the Sale of Sacrificial Animal Skin in the Nahdliyin Tradition: Perspectives from I‘ānat... ejournal.mahadalysunandrajat.ac.id/index.php/alwajiz/article/view/15A Legal Analysis of the Sale of Sacrificial Animal Skin in the Nahdliyin Tradition Perspectives fromAIAoAnat ejournal mahadalysunandrajat ac index php alwajiz article view 15
  3. METODE KRITIK HADIS ALI MUSTAFA YAQUB; ANTARA TEORI DAN APLIKASI | Ramadhan | Nabawi: Journal of Hadith... journal.tebuireng.ac.id/index.php/nabawi/article/view/5METODE KRITIK HADIS ALI MUSTAFA YAQUB ANTARA TEORI DAN APLIKASI Ramadhan Nabawi Journal of Hadith journal tebuireng ac index php nabawi article view 5
  4. Distinguishing Dalālah, 'Illat, and Manāṭ al-Ḥukm in Uṣūl al-Fiqh and Their Relevance to... doi.org/10.65887/alwajiz.v1i2.17Distinguishing DalAlah Illat and ManA al ukm in Ul al Fiqh and Their Relevance to doi 10 65887 alwajiz v1i2 17
Read online
File size483.82 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test