ISLAMICATEINSTITUTEISLAMICATEINSTITUTE

Journal of Economicate StudiesJournal of Economicate Studies

Pertumbuhan pesat startup halal di Indonesia mencerminkan meningkatnya permintaan konsumen terhadap barang dan jasa yang etis serta sesuai dengan prinsip syariah. Meskipun demikian, banyak startup menghadapi tantangan keberlanjutan akibat akses terbatas ke pembiayaan islam, ekosistem kebijakan yang belum berkembang, dan kurangnya integrasi dengan kerangka etika islam. Studi ini menerapkan metodologi pohon keputusan konseptual untuk mengidentifikasi faktor-faktor kritis yang memengaruhi keberlanjutan startup halal di Indonesia. Dengan menggunakan data kualitatif, analisis ini mengintegrasikan variabel-variabel yang sejalan dengan maqāṣid al-sharīʿah, seperti keimanan pendiri, akses ke modal syariah, dan struktur tata kelola etis. Temuan menunjukkan bahwa startup yang sejalan dengan nilai-nilai islam—terutama dalam pembiayaan, inovasi, dan manajemen—menunjukkan tingkat viabilitas jangka panjang yang lebih tinggi. Model pohon keputusan ini memungkinkan visualisasi sistematis hubungan-hubungan tersebut, memberikan wawasan teoretis dan praktis bagi pengusaha, pembuat kebijakan, dan ekonom islam. Pendekatan ini berkontribusi pada ekonomi islam dengan menunjukkan bagaimana kerangka normatif dapat diubah menjadi model prediktif yang mendukung kewirausahaan etis di pasar pasar muslim.

Studi ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan startup halal di Indonesia ditentukan oleh interaksi kompleks antara nilai-nilai etis, niat kewirausahaan, dukungan institusional, dan inovasi digital.Dengan menerapkan pendekatan pohon keputusan yang didasarkan pada maqāṣid al-sharīʿah, penelitian ini berhasil mengidentifikasi prediktor utama keberlanjutan startup.Berbeda dengan model konvensional, kerangka kerja berbasis ekonomi islam ini mengintegrasikan dimensi material dan spiritual bisnis, sehingga menawarkan evaluasi yang lebih holistik terhadap keberlanjutan.pertama, menunjukkan bahwa keimanan pendiri dan orientasi etis menjadi fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang.kedua, memastikan bahwa sumber pembiayaan syariah dan mekanisme dukungan kebijakan bukan hanya pelengkap tetapi esensial.ketiga, menetapkan peran kritis fintech islam dan tata kelola berbasis nilai dalam memastikan startup halal berkembang di pasar yang semakin kompetitif.Wawasan ini sangat bernilai bagi pembuat kebijakan, lembaga pengembangan, dan pembangun ekosistem yang ingin menumbuhkan kewirausahaan etis.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan algoritma machine learning untuk memperbaiki prediksi keberlanjutan startup halal berdasarkan data empiris. Selain itu, studi tentang dampak penggunaan platform digital terhadap pengembangan ekosistem startup halal di negara-negara mayoritas Muslim lainnya juga relevan. Terakhir, penelitian lebih lanjut mengenai integrasi zakat dan waqf dalam model pendanaan startup halal dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana mekanisme keuangan syariah dapat mendukung inovasi dan keberlanjutan bisnis.

  1. Analyzing Islamic Financial Asset Growth in Indonesia Through Sharia Fund Asset Growth | Journal of Economicate... journal.islamicateinstitute.co.id/index.php/joes/article/view/896Analyzing Islamic Financial Asset Growth in Indonesia Through Sharia Fund Asset Growth Journal of Economicate journal islamicateinstitute index php joes article view 896
Read online
File size215.97 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test