STAIDHISTAIDHI

Dharma: Jurnal Pengabdian MasyarakatDharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Industri pandai besi merupakan salah satu sektor usaha mikro berbasis keterampilan turun-temurun yang menjadi sumber penghidupan masyarakat di Desa Dupok, namun masih menghadapi rendahnya literasi digital dan praktik pemasaran yang bersifat konvensional. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas digitalisasi usaha dan memperkuat kelembagaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) pada 25 pengrajin pandai besi. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan melalui lima siklus, yaitu identifikasi masalah, perencanaan aksi, pelaksanaan aksi, monitoring, dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pra dan pascaprogram, lembar observasi monitoring, serta diskusi kelompok terfokus. Hasil program menunjukkan kecenderungan peningkatan penggunaan media sosial dari 32% menjadi 76%, marketplace aktif dari 16% menjadi 64%, pencatatan keuangan dari 24% menjadi 72%, katalog digital dari 8% menjadi 68%, dan penjualan ke luar daerah dari 20% menjadi 48%. Rata-rata jumlah pesanan mitra meningkat dari 12 menjadi 18 pesanan per bulan, dengan rata-rata omzet meningkat dari Rp2.500.000 menjadi Rp3.100.000 per bulan. Tingkat kepuasan mitra terhadap pendampingan berada pada rentang 76%-88%. Temuan ini mengindikasikan kecenderungan peningkatan kapasitas digital dan kinerja usaha mitra, meskipun penguatan kelembagaan KUB masih berada pada tahap awal.

Program pendampingan digitalisasi usaha dan penguatan kelembagaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) pada 25 pengrajin pandai besi di Desa Dupok telah berhasil menjawab tujuan program yang ditetapkan.Hasil evaluasi menunjukkan kecenderungan peningkatan pada seluruh indikator digitalisasi usaha, seperti penggunaan media sosial (32% menjadi 76%), marketplace aktif (16% menjadi 64%), pencatatan keuangan (24% menjadi 72%), katalog digital (8% menjadi 68%), dan penjualan ke luar daerah (20% menjadi 48%).Program ini memiliki sejumlah keterbatasan, antara lain durasi pendampingan yang relatif sangat singkat (satu bulan) sehingga belum dapat mengukur keberlanjutan perubahan dalam jangka panjang, jumlah mitra yang terbatas pada satu desa sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati, serta belum tersedianya data pembanding (kelompok kontrol) untuk memastikan bahwa perubahan yang terjadi semata-mata disebabkan oleh program.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak jangka panjang pendampingan terhadap keberlanjutan kelembagaan KUB dan pertumbuhan ekonomi pengrajin. Selain itu, penelitian baru bisa mengkaji efektivitas penggunaan teknologi digital lain seperti e-commerce atau aplikasi manajemen usaha berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran. Terakhir, penting untuk mengeksplorasi peran modal sosial dalam memperkuat kolaborasi antarmitra KUB melalui studi kasus di wilayah pedesaan lain dengan karakteristik serupa.

  1. Digital Transformation in Entrepeneurship: Challenges and Opportunities for Small Businesses | Zenodo.... zenodo.org/records/15035318Digital Transformation in Entrepeneurship Challenges and Opportunities for Small Businesses Zenodo zenodo records 15035318
Read online
File size620.44 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test