JURNALUGNJURNALUGN

JURNAL TRANSFORMASIJURNAL TRANSFORMASI

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Kabupaten Padang Lawas Utara, pelaku UMKM bergerak pada berbagai sektor, namun masih menghadapi permasalahan seperti rendahnya minat pasar terhadap produk lokal serta penurunan jumlah pelaku UMKM pascapandemi Covid-19. Dalam hal ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Padang Lawas Utara memiliki peran penting dalam melakukan pembinaan dan pengembangan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan UMKM yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Padang Lawas Utara serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan UMKM dilaksanakan melalui fasilitasi pada aspek produksi dan pengolahan, pemasaran, sumber daya manusia, serta desain dan teknologi. Namun demikian, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama sehingga pelaksanaan strategi lebih difokuskan pada fasilitasi non-materi seperti pembinaan, pengarahan, dan pendampingan. Meskipun demikian, strategi yang dijalankan tetap memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas dan keberlanjutan UMKM di Kabupaten Padang Lawas Utara.

Berdasarkan hasil penelitian, tantangan utama yang dihadapi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Padang Lawas Utara dalam mengembangkan UMKM adalah keterbatasan anggaran dan sumber daya yang menyebabkan berbagai program pembinaan dan bantuan tidak dapat menjangkau seluruh pelaku UMKM di daerah tersebut.Selain itu, refocusing anggaran juga mempersempit ruang gerak dinas dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.Tantangan lain yang ditemukan adalah rendahnya kesadaran terhadap pentingnya legalitas usaha seperti NIB, PIRT, dan BPOM, yang berdampak pada keterbatasan akses pasar dan kepercayaan konsumen.Namun, strategi yang diterapkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah menunjukkan arah yang tepat dalam mendukung pengembangan UMKM, tetapi masih diperlukan upaya peningkatan dari segi anggaran, kompetensi SDM, serta penguatan kolaborasi antarlembaga agar program pengembangan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

1. Mengembangkan strategi yang lebih terintegrasi dan kolaboratif antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan berbagai pihak terkait, seperti lembaga keuangan, komunitas wirausaha, dan lembaga pendidikan, untuk meningkatkan akses permodalan dan pembinaan bagi pelaku UMKM. 2. Memperkuat sinergi antara kebijakan pusat dan daerah dalam mendukung pengembangan UMKM, dengan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses pasar, dan inovasi teknologi. 3. Melakukan evaluasi dan monitoring yang terstruktur terhadap pelaksanaan strategi pengembangan UMKM, untuk mengukur efektivitas dan dampak program secara objektif, serta melakukan penyesuaian strategi berdasarkan hasil evaluasi tersebut.

Read online
File size312.95 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test