STIETRIBHAKTISTIETRIBHAKTI

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT TRI PAMASJURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT TRI PAMAS

Era digitalisasi menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk memiliki kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan industri, khususnya dalam penguasaan perangkat lunak akuntansi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kompetensi kesiapan kerja siswa SMK se-Kota Bekasi melalui pelatihan software akuntansi komersial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) berbasis Project-Based Learning (PjBL), yang melibatkan 150 siswa kelas XI Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL). Pelatihan dilaksanakan menggunakan aplikasi Accurate dan MYOB dengan simulasi data transaksi perusahaan manufaktur fiktif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya lonjakan kompetensi kognitif dan psikomotorik yang signifikan, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata post-test dari 48,5 menjadi 84,2, serta tingkat ketuntasan klasikal yang naik dari 12% menjadi 88%. Selain itu, 94% peserta merasa pelatihan ini sangat relevan dan meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk menghadapi Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan bursa kerja riil. Disimpulkan bahwa pelatihan teknis ini efektif mengeliminasi kesenjangan keterampilan dan direkomendasikan agar pihak sekolah menambah proporsi jam praktikum laboratorium untuk penguasaan sistem informasi akuntansi modern.

Berdasarkan pelaksanaan dan hasil evaluasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini, dapat disimpulkan bahwa program pelatihan software akuntansi terkomputerisasi memberikan implikasi langsung yang sangat positif terhadap peningkatan kompetensi kompetitif siswa SMK se-Kota Bekasi.Kenaikan yang signifikan pada nilai rata-rata post-test serta tingkat ketuntasan klasikal yang menembus angka 88% membuktikan bahwa intervensi praktis ini berhasil mengeliminasi kesenjangan keterampilan (skills gap) antara standar kurikulum vokasi dengan ekspektasi riil di dunia industri.Implikasi esensial dari pencapaian ini adalah lahirnya lulusan yang tidak sekadar menguasai teori pembukuan secara konseptual, tetapi juga memiliki kesiapan psikomotorik dan literasi digital yang matang untuk langsung mengakselerasi roda operasional keuangan perusahaan, baik saat pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) maupun ketika kelak bersaing di bursa kerja profesional.

Untuk meningkatkan relevansi dan efektivitas pelatihan, disarankan agar pihak sekolah dan institusi pendidikan vokasi melakukan restrukturisasi proporsi pembelajaran secara progresif. Alokasi jam pelajaran untuk praktikum laboratorium komputer akuntansi harus diperbesar volumenya agar peserta didik dapat membangun kebiasaan teknis dan insting penyelesaian masalah di dalam ekosistem antarmuka software. Selain itu, sekolah juga disarankan untuk mengalokasikan anggaran guna memutakhirkan lisensi perangkat lunak komersial secara berkala, memastikan kelayakan spesifikasi perangkat keras, serta memfasilitasi program up-skilling berupa sertifikasi kompetensi digital bagi para guru produktif akuntansi. Ke depannya, program pengabdian serupa disarankan untuk memperluas cakupan materinya dengan menyentuh aplikasi yang lebih spesifik dan kompleks, seperti integrasi software perpajakan atau modul Enterprise Resource Planning (ERP) tingkat lanjut. Perluasan skala pembinaan ini diharapkan mampu menciptakan efek ganda (multiplier effect) yang berkesinambungan dalam mencetak postur sumber daya manusia yang lincah, melek teknologi, dan memiliki daya tawar tinggi di kancah persaingan global.

Read online
File size307.46 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test