PNLPNL

Jurnal VokasiJurnal Vokasi

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terpasang pada Kelompok Batik Natural Art di Giripurwo, Gunungkidul, awalnya ditujukan untuk produksi batik cap, namun berkembang menjadi sumber daya energi bersama bagi masyarakat sekitar saat pemadaman PLN yang terjadi sekitar tiga kali per bulan. Pengabdian ini bertujuan: (1) mengkuantifikasi peran PLTS UMKM sebagai simpul ketahanan energi komunitas, dan (2) mengukur dampak pemeliharaan partisipatif terhadap keberlanjutan sistem. Metode yang digunakan adalah participatory action research (PAR) yang dipadukan dengan kuantifikasi dampak teknis dan sosial. Hasil menunjukkan bahwa pemeliharaan minor dengan pembersihan panel surya dari debu dapat memulihkan sekitar 20% keluaran sistem daya listrik (±1.792 Wh/hari atau setara ±654 kWh/tahun) yang sebelumnya hilang akibat soiling dan rugi resistif. Pada dimensi sosial, sistem melayani sekitar 270 kali pengisian daya telepon genggam warga per tahun dengan otonomi sistem hampir seharian saat pemadaman, menjadikannya infrastruktur energi cadangan komunitas. Penguatan kapasitas teknis menghasilkan 3 sampai dengan 5 anggota yang mampu memelihara sistem secara mandiri. Studi ini menyimpulkan bahwa nilai PLTS UMKM melampaui fungsi produktifnya, dan pemeliharaan partisipatif merupakan prasyarat kuantitatif maupun sosial bagi keberlanjutan ketahanan energi komunitas.

Kegiatan ini menemukan bahwa pemeliharaan partisipatif, seperti pembersihan panel surya, mampu memulihkan 20% output sistem PLTS UMKM, menjadikannya simpul ketahanan energi komunitas yang melayani pengisian daya ponsel warga saat pemadaman, serta meningkatkan kapasitas mandiri 3-5 anggota dalam pemeliharaan.Temuan ini menegaskan model tiga lapis keberlanjutan teknis, keandalan sistem, dan resiliensi komunitas, di mana pemeliharaan partisipatif adalah prasyarat kuantitatif dan sosial bagi ketahanan energi komunitas.Untuk keberlanjutan, disarankan menyusun jadwal pemeliharaan berkala, mengembangkan tata kelola pemanfaatan bersama, dan mereplikasi model ini di lokasi dengan tantangan listrik serupa.

Melihat potensi PLTS UMKM sebagai simpul ketahanan energi yang signifikan, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa aspek krusial. Pertama, penting untuk menguji adaptasi dan replikasi model PLTS UMKM serupa di berbagai wilayah geografis yang memiliki tantangan keandalan listrik yang berbeda. Penelitian dapat mengeksplorasi faktor-faktor sosial, ekonomi, dan kelembagaan yang mempengaruhi tingkat keberhasilan adaptasi model ini, serta bagaimana perbedaan konteks komunitas dapat membentuk strategi pemeliharaan partisipatif yang efektif dan berkelanjutan. Misalnya, studi komparatif dapat menganalisis apakah efektivitas pemeliharaan partisipatif dan kontribusi PLTS terhadap ketahanan energi komunitas tetap sama di daerah perkotaan padat penduduk dibandingkan dengan daerah pedesaan terpencil. Kedua, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak sosial-ekonomi jangka panjang dari PLTS UMKM, khususnya terkait pengembangan tata kelola pemanfaatan energi bersama. Penelitian dapat mengidentifikasi model tata kelola yang paling efektif dalam meminimalkan potensi konflik dan memastikan distribusi manfaat energi secara adil di antara anggota komunitas, serta menganalisis pengaruhnya terhadap perubahan perilaku konsumsi energi dan pemberdayaan ekonomi lokal. Apakah ada model partisipasi masyarakat yang lebih maju, seperti koperasi energi, yang dapat diimplementasikan untuk mengoptimalkan pengelolaan dan investasi pada sistem PLTS skala komunitas? Ketiga, sebuah arah penelitian menarik adalah mengevaluasi skalabilitas dan ketahanan sistem PLTS UMKM ini dalam menghadapi peningkatan kebutuhan energi di masa depan. Penelitian dapat mengkaji bagaimana teknologi penyimpanan energi yang lebih canggih atau integrasi dengan sumber energi terbarukan lain dapat meningkatkan kapasitas dan otonomi sistem, sekaligus menganalisis kebijakan pendukung yang diperlukan untuk mendorong ekspansi PLTS UMKM secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam rencana ketahanan energi regional. Dengan demikian, kita bisa memahami bagaimana PLTS skala kecil ini dapat tumbuh menjadi tulang punggung energi yang lebih besar dan andal bagi komunitas.

  1. Community acceptability and the energy transition: a citizens’ perspective | Energy, Sustainability... Doi.Org/10.1186/S13705-019-0218-ZCommunity acceptability and the energy transition a citizensAo perspective Energy Sustainability Doi Org 10 1186 S13705 019 0218 Z
  2. Rooftop PV System Policy and Implementation Study for a Household in Indonesia | International Journal... econjournals.com/index.php/ijeep/article/view/9539Rooftop PV System Policy and Implementation Study for a Household in Indonesia International Journal econjournals index php ijeep article view 9539
Read online
File size437.71 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test