UNIBOSUNIBOS

Humaniora: Journal of Linguistics, Literature, and EducationHumaniora: Journal of Linguistics, Literature, and Education

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tanda-tanda semiotik dalam triade Charles Sanders Peirce (Icon, Index, dan Simbol) dalam kumpulan cerita pendek Adam Johnson, Fortune Smiles. Tujuan penelitian ini adalah dua kali lipat: untuk menggambarkan proses semiosis tanda-tanda tersebut dan mengklasifikasikannya menurut subtipenya. Studi ini menerapkan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan semiotik, menggunakan kerangka Peirce untuk analisis data dan klasifikasi simbol berdasarkan Arthur Asa Berger. Analisis mengungkapkan total 33 tanda: 10 tanda ikon, 12 tanda indeks, dan 11 tanda simbol. Tanda-tanda ini lebih lanjut diklasifikasikan menjadi subtipe untuk analisis yang lebih mendalam. Sepuluh tanda ikon dibagi menjadi 7 ikon topologis, 1 ikon diagrammatis, dan 2 ikon metaforis. Dua belas tanda indeks termasuk 8 gejala, 3 jejak, dan 1 indeks penunjukan. Sebelas tanda simbol dikategorikan menjadi 10 simbol konvensional dan 1 simbol universal. Terutama, tidak ada simbol kebetulan yang diidentifikasi, yang sejalan dengan sifatnya yang sangat pribadi dan spesifik karakter. Penggunaan teori semiotik Peirce dalam analisis sastra ini memberikan lebih dari sekadar penjelasan tentang proses semiosis di mana tanda dalam karya sastra terbentuk dan memperoleh makna. Dengan membagi tanda-tanda ini menjadi subtipe, termasuk klasifikasi simbol menurut Arthur Asa Berger, studi ini menawarkan penjelasan yang lebih mendalam tentang jenis tanda berdasarkan hubungan antara representamen dan objeknya.

10 tanda ikon, 12 tanda indeks, dan 11 tanda simbol.Tanda-tanda ini lebih lanjut diklasifikasikan menjadi subtipe untuk analisis yang lebih mendalam.Sepuluh tanda ikon dibagi menjadi 7 ikon topologis, 1 ikon diagrammatis, dan 2 ikon metaforis.Dua belas tanda indeks termasuk 8 gejala, 3 jejak, dan 1 indeks penunjukan.Sebelas tanda simbol dikategorikan menjadi 10 simbol konvensional dan 1 simbol universal.Terutama, tidak ada simbol kebetulan yang diidentifikasi, yang sejalan dengan sifatnya yang sangat pribadi dan spesifik karakter.Penggunaan teori semiotik Peirce dalam analisis sastra ini memberikan lebih dari sekadar penjelasan tentang proses semiosis di mana tanda dalam karya sastra terbentuk dan memperoleh makna.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk memperluas cakupan analisis semiotik. Meskipun penelitian ini memberikan pandangan mendalam tentang satu koleksi tertentu, pekerjaan masa depan harus diperluas untuk membandingkan penggunaan tanda Adam Johnson di seluruh karyanya atau dengan penulis kontemporer lainnya. Studi perbandingan yang lebih luas akan memberikan konteks yang berharga dan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana penulis menggunakan strategi semiotik untuk membangun makna dalam sastra modern. Seperti yang diketahui, kekuatan dan tujuan semiotika untuk menafsirkan tanda tidak terbatas pada karya sastra teksual, tetapi juga meluas ke medium seni lainnya. Akibatnya, menganalisis karya sastra yang digabungkan dengan medium lainnya seperti koleksi puisi yang mengintegrasikan fotografi, juga sangat direkomendasikan untuk memperkaya bidang semiotika.

  1. Analisis semiotik dalam cerpen "Tak ada yang Gila di Kota ini" | Jurnal Penelitian Humaniora.... doi.org/10.21831/hum.v25i2.40209Analisis semiotik dalam cerpen Tak ada yang Gila di Kota iniAy Jurnal Penelitian Humaniora doi 10 21831 hum v25i2 40209
  2. Semiotic Analysis Of Adam Johnson's Short Stories In Fortune Smiles | Humaniora: Journal of Linguistics,... doi.org/10.56326/jlle.v5i2.5101Semiotic Analysis Of Adam Johnsons Short Stories In Fortune Smiles Humaniora Journal of Linguistics doi 10 56326 jlle v5i2 5101
  3. KAJIAN TERHADAP NILAI-NILAI SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN “RUMAH MALAM DI MATA IBU” KARYA... bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/view/18KAJIAN TERHADAP NILAI NILAI SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN AuRUMAH MALAM DI MATA IBUAy KARYA bahteraindonesia unwir ac index php BI article view 18
  4. Social Problems In Drama 13 Reasons Why: Peirce Semiotics Approach | Tekstual. social problems drama... doi.org/10.33387/tekstual.v20i1.4508Social Problems In Drama 13 Reasons Why Peirce Semiotics Approach Tekstual social problems drama doi 10 33387 tekstual v20i1 4508
Read online
File size346.79 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test