STIEJAYAKARTASTIEJAYAKARTA

Jurnal Akuntansi dan Perpajakan JayakartaJurnal Akuntansi dan Perpajakan Jayakarta

Penelitian yang dilakukan peneliti bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas terhadap kinerja keuangan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan diperoleh sejumlah 25 sampel penelitian. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dengan metode dokumentasi yaitu dengan melihhat dan mengumpulkan data laporan keuangan tahunan. Teknis analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini secara parsial menunjukkan rasio likuiditas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuagan dengan hasil Thitung 0.973 < Ttabel 2.079 dan nilai signifikan 0.342 > 0.05. Secara parsial rasio solvabilitas berpengaruh negative namun signifikan terhadap kinerja keuagan dengan hasil Thitung -5.897 > Ttabel 2.079 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Secara parsial rasio profitabilitas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuagan dengan hasil Thitung 0.832 < Ttabel 2.079 dan nilai signifikan 0,415 > 0.05. Secara simultan, Rasio Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas berpengaruh signifikan dengan nilai determinasi sebesar 76.7%.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Debt to Asset Ratio, Current Ratio, Return On Equity terhadap Kinerja Keuangan.Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.Adanya pengaruh positif namun tidak signifikan dari variabel Debt to Asset Ratio terhadap Kinerja Keuangan (CFROA).Hal ini terlihat pada Tabel 2 diperoleh nilai T hitung sebesar 0.973 yang lebih kecil dari nilai T table pada taraf signifikansi 0.079 dan nilai sig yang lebih besar dari 0.342, yang menunjukkan bahwa Current Ratio tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan.Hal ini memberikan gambaran bahwa jika perusahaan dapat mengelola hutang jangka pendek dan yang akan jatuh tempo dengan baik akan mampu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.Adanya pengaruh yang negatif dan signifikan dari variabel Current Ratio terhadap Kinerja Keuangan (CFROA).Hal ini dibuktikan pada Tabel 2 diperoleh nilai T hitung -5.987 lebih kecil dari nilai T table pada taraf signifikansi 0.079 dan nilai sig yang lebih kecil dari 0.Hal ini memberi gambaran pada perusahaan jika dapat mengurangi pinjaman maka akan memberikan dampak kenaikan pada kinerja keuangan.Adanya pengaruh yang positif namun tidak signifikan dari variabel Return On Equity terhadap kinerja keuangan (CFROA).Hal ini dibuktikan pada tabel 2 diperoleh nilai T hitung sebesar 0.832 yang lebih kecil dari nilai T tabel pada taraf signifikansi 0.079 dan nilai sig yang lebih besar dari 0.Hal ini menyiratkan dengan meningkatnya pengembalian atas saham dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.Secara simultan variabel bebas (Debt to Asset Ratio, Current Ratio, Return On Equity) berpengaruh secara signifikan terhadap variable terikat (CFROA).Hal ini ditunjukkan pada table 2 dan 3 dimana diperoleh nilai F hitung sebesar 27.329 lebih besar dari F table 3.67 yang menunjukkan besaran pengaruhnya yaitu 76.Hal ini memberikan gambaran atas kondisi dimana, jika manajemen mampu mengelola hutang lancar dan hutang yang akan jatuh tempo dengan baik, serta mengurangi pendanaan untuk operasional perusahaan yang berasal dari pinjaman pihak bank atau lessor, dapat meningkatkan laba perusahaan.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut pengaruh rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas terhadap kinerja keuangan pada perusahaan-perusahaan yang memiliki peringkat CGPI berbeda, untuk melihat apakah ada perbedaan signifikan dalam pengaruh tersebut. 2. Melakukan studi komparatif antara perusahaan-perusahaan paling terpercaya dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki peringkat CGPI lebih rendah, untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan dan bagaimana rasio-rasio tersebut berperan dalam kedua kelompok perusahaan tersebut. 3. Meneliti dampak jangka panjang dari penerapan Good Corporate Governance (GCG) terhadap kinerja keuangan perusahaan, dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas, serta bagaimana GCG dapat meningkatkan kinerja keuangan secara berkelanjutan.

Read online
File size299.02 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test