UNMUNM

IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada MasyarakatIPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Sekolah dasar memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kewirausahaan sejak dini, tidak hanya sebagai sarana tambahan pendapatan tetapi juga sebagai wahana pembelajaran kontekstual. Namun, usaha sekolah seringkali dikelola secara sederhana dan belum profesional, khususnya dalam aspek manajemen dan keuangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru, pegawai, dan komite sekolah dalam mengelola usaha sekolah yang berkelanjutan di SDN Telaga Asih 06 Cikarang Barat. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, workshop simulasi, dan studi kasus. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada aspek pengelolaan usaha dan aspek pengelolaan keuangan usaha kecil. Selain itu, pelatihan menghasilkan gagasan usaha prioritas berupa kantin sehat ramah lingkungan, bank sampah sekolah, dan koperasi sekolah sederhana. Partisipasi aktif mitra serta kesepakatan pembentukan tim kewirausahaan sekolah menjadi indikator penting keberlanjutan program.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan dengan melibatkan peserta yang terdiri dari guru, pegawai, dan komite sekolah di SDN Telaga Asih 06 Cikarang Barat Kabupaten Bekasi.Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya pengelolaan usaha sekolah yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.Hal ini tercermin dari hasil evaluasi yang telah dilakukan.Selain peningkatan pengetahuan, pelatihan juga menghasilkan beberapa gagasan usaha prioritas yang relevan dengan kondisi sekolah, antara lain pengembangan kantin sehat ramah lingkungan, bank sampah sekolah, dan koperasi sekolah sederhana.Gagasan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung pendidikan karakter dan kesadaran lingkungan bagi siswa.Partisipasi aktif dari pihak sekolah sebagai mitra menunjukkan adanya keseriusan dalam mendukung keberlanjutan program.Guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran kewirausahaan, pegawai mendukung aspek teknis dan operasional, sementara komite sekolah berkomitmen untuk memberikan dukungan kebijakan dan pendanaan.Kesepakatan untuk membentuk tim kewirausahaan sekolah menjadi bukti bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi memiliki tindak lanjut nyata yang berpotensi memberikan dampak jangka panjang.

1. Mengembangkan model usaha sekolah yang lebih terintegrasi dengan kurikulum dan pembelajaran di kelas, sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dalam proses kewirausahaan dan belajar dari praktik nyata. 2. Melakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak jangka panjang dari pelatihan ini terhadap keberlanjutan usaha sekolah, termasuk analisis tentang bagaimana tim kewirausahaan sekolah dapat terus berkembang dan mempertahankan momentumnya. 3. Mempelajari dan menerapkan strategi inovasi usaha sekolah yang berkelanjutan, dengan fokus pada pengembangan produk dan layanan yang ramah lingkungan, serta mengintegrasikan aspek sosial dan ekonomi dalam model bisnisnya.

Read online
File size210.69 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test