UBTUBT

J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu PertanianJ-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Actinomycetes dalam enkapsulasi benih kedelai untuk mengendalikan penyakit rebah semai (damping-off) yang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii. Dengan permintaan kedelai nasional mencapai 22 juta ton per tahun dan produksi domestik hanya 1 juta ton, peningkatan produksi sangat penting. Salah satu kendala utama adalah serangan patogen tanaman seperti S. rolfsii, yang dapat menyebabkan kerugian signifikan. Actinomycetes diisolasi dari rizosfer gulma dan diuji aktivitas antagonisnya secara in vitro. Enkapsulasi benih menggunakan berbagai bahan pembawa (kaolin, talk, dan zeolit) dilakukan untuk menentukan formula paling efektif. Uji in vivo menunjukkan bahwa isolat Actinomycetes PM2 menunjukkan aktivitas antagonis terbaik, dengan formulasi zeolit mengurangi insiden penyakit rebah semai pra-kemunculan menjadi 12,50% dan rebah semai pasca-kemunculan menjadi 8,25%, dibandingkan dengan kontrol positif. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan Actinomycetes dalam enkapsulasi benih kedelai merupakan metode yang efektif dan berkelanjutan untuk mengendalikan penyakit rebah semai. Zeolit sebagai bahan pembawa terbukti menyediakan lingkungan yang mendukung bagi mikroba antagonis, menjaga kelembaban, dan menyediakan nutrisi yang diperlukan. Penelitian ini mengungkap potensi besar Actinomycetes sebagai agen biokontrol dalam strategi pengelolaan penyakit tanaman, yang dapat secara signifikan meningkatkan produksi kedelai dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Studi ini menunjukkan bahwa enkapsulasi benih kedelai dengan bakteri Actinomycetes, dikombinasikan dengan bahan pembawa seperti kaolin dan zeolit, efektif dalam mengendalikan penyakit rebah semai yang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii, secara signifikan mengurangi insiden penyakit baik pra-kemunculan maupun pasca-kemunculan dibandingkan kontrol.Zeolit meningkatkan efektivitas dengan mempertahankan kelembaban dan menyediakan mineral penting, sementara kaolin menjaga populasi mikroba dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk aktivitasnya.Kombinasi agen biologi dan bahan pembawa spesifik ini merupakan strategi yang menjanjikan untuk pertanian berkelanjutan, melindungi tanaman dari patogen tular tanah, serta meningkatkan perkecambahan benih dan kesehatan tanaman.

Penelitian lanjutan dapat berfokus pada optimasi formulasi enkapsulasi benih. Mengingat bahwa gum arab, meskipun efektif sebagai perekat, berpotensi menghambat imbibisi benih dan sedikit menurunkan persentase perkecambahan, studi masa depan bisa mengeksplorasi bahan perekat alternatif atau mengoptimalkan konsentrasi gum arab. Misalnya, pengujian kombinasi biopolimer lain seperti alginat atau kitosan, atau pengembangan sistem enkapsulasi berlapis yang dapat melepaskan mikroba dan nutrisi secara bertahap, akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan viabilitas Actinomycetes sekaligus memastikan perkecambahan benih yang optimal. Selain itu, penting untuk menyelidiki stabilitas dan kelangsungan hidup Actinomycetes dalam formulasi enkapsulasi selama penyimpanan jangka panjang di berbagai kondisi lingkungan. Selanjutnya, perluasan cakupan efikasi dan pemahaman mekanisme kerja Actinomycetes juga menjadi area penelitian yang menjanjikan. Studi dapat menyelidiki efektivitas isolat Actinomycetes terbaik, seperti PM2, terhadap patogen kedelai lainnya, baik yang bersifat tular tanah maupun tular udara, untuk mengidentifikasi potensi spektrum luasnya. Analisis mendalam tentang mekanisme molekuler di balik penghambatan S. rolfsii oleh Actinomycetes, termasuk identifikasi senyawa antimikroba spesifik, enzim litik yang merusak dinding sel patogen, atau kemampuan untuk menginduksi resistensi sistemik pada tanaman, akan memberikan dasar ilmiah yang kuat. Terakhir, sangat krusial untuk melakukan uji coba lapangan skala luas di berbagai zona agroklimat dan jenis tanah untuk memvalidasi konsistensi dan efikasi benih kedelai yang dienkapsulasi Actinomycetes dalam kondisi nyata. Hal ini tidak hanya akan mengkonfirmasi kemampuan biokontrol tetapi juga memungkinkan penilaian dampak jangka panjang terhadap kesehatan tanah, dinamika mikrobioma rizosfer, dan peningkatan hasil panen kedelai secara keseluruhan. Evaluasi komprehensif terhadap kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari strategi biokontrol ini dibandingkan dengan praktik pertanian konvensional juga esensial untuk memfasilitasi adopsi oleh petani, mempertimbangkan biaya aplikasi, kemudahan penggunaan, dan potensi pengurangan input bahan kimia.

Read online
File size728.3 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test