STIE DEWANTARASTIE DEWANTARA
JMD : Jurnal Riset Manajemen & Bisnis DewantaraJMD : Jurnal Riset Manajemen & Bisnis DewantaraPariwisata di Kabupaten Semarang dapat berkembang karena ketersediaan akan fasilitas, transportasi dan akomodasi di setiap obyek wisata. Agar kepuasan wisatawan dapat diwujudkan dan dapat mengundang wisatawan lebih banyak lagi, ketiga variable tersebut diperlukan. Dalam penelitian ini permasalahan yang diangkat adalah adakah pengaruh fasilitas, transportasi dan akomodasi terhadap kepuasan wisatawan yang datang berkunjung. Kotler (2007) menyatakan fasilitas adalah segala sesuatu yang bersifat peralatan fisik yang disediakan oleh pihak penjual jasa untuk mendukung kenyamanan konsumen. Fidel Miro (2005) mengatakan transportasi merupakan usaha untuk memindahkan atau menggerakkan objek dari suatu lokasi ke lokasi yang lain dengan menggunakan alat tertentu dan akomodasi adalah segala sesuatu yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan seseorang ketika berwisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Responden sebanyak 100 orang wisatawan, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk uji instrumen. Korelasi sederhana dan berganda, regresi linier sederhana dan berganda, determinasi (adjusted R square), uji t dan uji F digunakan untuk teknik analisa. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa variabel fasilitas, transportasi dan akomodasi dapat menjelaskan kepuasan wisatawan terhadap obyek wisata di Kabupaten Semarang. Dari uji t atas variabel fasilitas, transportasi dan akomodasi diperoleh bahwa variabel fasilitas, transportasi dan akomodasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Wisatawan. Untuk uji F diperoleh bahwa fasilitas transportasi dan akomodasi bersama sama berpengaruh positif terhadap kepuasan wisatawan.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas, transportasi, dan akomodasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan di Kabupaten Semarang, dengan kekuatan hubungan bervariasi dari kuat hingga sangat kuat.Secara simultan, ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 76% kepuasan wisatawan, sedangkan 24% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model.Uji F juga mengkonfirmasi bahwa model regresi yang digunakan adalah fit, menunjukkan pengaruh positif bersama-sama dari fasilitas, transportasi, dan akomodasi terhadap kepuasan wisatawan.
Melihat temuan bahwa fasilitas, transportasi, dan akomodasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan di Kabupaten Semarang, namun masih ada 24% faktor lain yang belum teridentifikasi, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Akan sangat berguna untuk melakukan studi yang mengidentifikasi faktor-faktor tambahan tersebut, seperti kualitas layanan dari penyedia jasa wisata, pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan, atau keamanan destinasi, guna memberikan pemahaman yang lebih utuh tentang kepuasan pengunjung. Selain itu, karena penelitian ini berfokus pada Kabupaten Semarang secara umum, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk mengetahui apakah pengaruh variabel-variabel ini berbeda di berbagai jenis objek wisata (misalnya, situs budaya versus wisata alam) atau dibandingkan dengan daerah lain dengan karakteristik pariwisata yang berbeda. Ini akan membantu dalam pengembangan kebijakan pariwisata yang lebih spesifik dan tepat sasaran. Terakhir, meskipun studi ini memberikan data kuantitatif yang kuat, penelitian kualitatif, seperti wawancara mendalam atau studi kasus, bisa menggali preferensi wisatawan secara lebih rinci mengenai desain dan kelengkapan fasilitas, kemudahan akses transportasi, serta kriteria akomodasi ideal mereka, yang dapat menjadi masukan berharga bagi pengelola destinasi untuk meningkatkan pengalaman wisatawan secara konkret dan personal.
| File size | 98.39 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
IAPIIAPI Sampel yang didapat sebanyak 24 perusahaan dengan 2 tahun pengamatan. Jadi, total sampel yang diteliti berjumlah 48. Pengujian hipotesis dalam penelitianSampel yang didapat sebanyak 24 perusahaan dengan 2 tahun pengamatan. Jadi, total sampel yang diteliti berjumlah 48. Pengujian hipotesis dalam penelitian
IAPIIAPI Efektivitas audit di KAP BAMS pada kondisi normal telah memenuhi 3 dari 5 asersi pada masing-masing akun, sedangkan pada masa pandemi, tingkat efektivitasEfektivitas audit di KAP BAMS pada kondisi normal telah memenuhi 3 dari 5 asersi pada masing-masing akun, sedangkan pada masa pandemi, tingkat efektivitas
IAPIIAPI Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh variabel kesadaran perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan kualitas pelayananPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh variabel kesadaran perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan kualitas pelayanan
IAPIIAPI Meskipun sempat mengalami penurunan akibat pandemi, perusahaan tetap berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan daring. PembahasanMeskipun sempat mengalami penurunan akibat pandemi, perusahaan tetap berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan daring. Pembahasan
IDEAJOURNALIDEAJOURNAL Program penyuluhan terdiri dari penyuluhan pentingnya membuat produk yang higienis, penempatan outlet di tempat yang strategis, dan pentingnya mengetahuiProgram penyuluhan terdiri dari penyuluhan pentingnya membuat produk yang higienis, penempatan outlet di tempat yang strategis, dan pentingnya mengetahui
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Berdasarkan data yang diperoleh jumlah UMKM yang masih aktif pada tahun 2021 di Kota Makassar sebanyak 715 Usaha Mikro Kecil Menengah. Teknik pengambilanBerdasarkan data yang diperoleh jumlah UMKM yang masih aktif pada tahun 2021 di Kota Makassar sebanyak 715 Usaha Mikro Kecil Menengah. Teknik pengambilan
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Karena KAP ini diluncurkan tahun 2018, tantangan dalam penelitian terkait dengan pelaksanaan standar pengendalian kualitas dan etika profesi akuntan publikKarena KAP ini diluncurkan tahun 2018, tantangan dalam penelitian terkait dengan pelaksanaan standar pengendalian kualitas dan etika profesi akuntan publik
IDEAJOURNALIDEAJOURNAL Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, ada empat daerah dengan angka stunting tertinggi yakni di Kabupaten Bone 43 persen, Enrekang 39 persen, Jeneponto 36Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, ada empat daerah dengan angka stunting tertinggi yakni di Kabupaten Bone 43 persen, Enrekang 39 persen, Jeneponto 36
Useful /
IAPIIAPI Untuk mencapai ini, diperlukan kerja sama antara perusahaan, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan implementasi ESG yang berkelanjutan.Untuk mencapai ini, diperlukan kerja sama antara perusahaan, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan implementasi ESG yang berkelanjutan.
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kinerja industri minyak kelapa sawit di Indonesia, menggunakan paradigma Structure Conduct PerformancePenelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kinerja industri minyak kelapa sawit di Indonesia, menggunakan paradigma Structure Conduct Performance
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang digunakanPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang digunakan
IDEAJOURNALIDEAJOURNAL Gejala dapat diperkirakan dan biasanya terjadi secara reguler pada 7-14 hari sebelum menstruasi dan akan menghilang pada saat menstruasi. Gejala (PMS)Gejala dapat diperkirakan dan biasanya terjadi secara reguler pada 7-14 hari sebelum menstruasi dan akan menghilang pada saat menstruasi. Gejala (PMS)