STIEMULIA SINGKAWANGSTIEMULIA SINGKAWANG

fintechfintech

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh signifikan WCTAR, DER, WCTO dan SG terhadap ROE secara parsial dan simultan pada perusahaan wholesale trade yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode riset kausal. Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) WCTAR berpengaruh signifikan negatif terhadap ROE, (2) DER berpengaruh signifikan negatif terhadap ROE, (3) WCTO tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE, (4) SG berpengaruh signifikan positif terhadap ROE. Dapat disimpulkan bahwa variabel WCTAR, DER, WCTO dan SG memberi pengaruh variabel ROE sebesar 61,9 persen sedangkan sisanya sebesar 38,1 persen dipengaruhi oleh faktor-faktor/variabel-variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.

Berdasarkan landasan teoritis, analisis data penelitian, pengujian data dan interpretasi hasil penelitian yang telah dilakukan dalam penelitian ini maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut.1 Koefisien regresi pada variabel Working Capital to Total Asset Ratio yaitu sebesar -0,110.Hal ini memiliki arti bahwa jika variabel bebas/independen lainnya tidak mengalami perubahan dan variabel Working Capital to Total Asset Ratio mengalami peningkatan satu kali maka variabel Return on Equity akan mengalami penurunan sebesar 0,110.Koefisien regresi yang bernilai negatif memiliki arti bahwa Working Capital to Total Asset Ratio memiliki hubungan negatif terhadap Return on Equity.Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai Working Capital to Total Asset Ratio maka semakin rendah nilai Return on Equity.Nilai signifikansi uji statistik t pada variabel Working Capital to Total Asset Ratio yaitu sebesar 0,035 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial Working Capital to Total Asset Ratio berpengaruh signifikan negatif terhadap Return on Equity pada perusahaan wholesale trade yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020.2 Koefisien regresi pada variabel Debt to Equity Ratio yaitu sebesar -0,030.Hal ini memiliki arti bahwa jika variabel bebas/independen lainnya tidak mengalami perubahan dan variabel Debt to Equity Ratio mengalami peningkatan satu kali maka variabel Return on Equity akan mengalami penurunan sebesar 0,030.Koefisien regresi yang bernilai negatif memiliki arti bahwa Debt to Equity Ratio memiliki hubungan negatif terhadap Return on Equity.Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai Debt to Equity Ratio maka semakin rendah nilai Return on Equity.Nilai signifikansi uji statistik t pada variabel Debt to Equity Ratio yaitu sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan negatif terhadap Return on Equity pada perusahaan wholesale trade yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020.3 Koefisien regresi pada variabel Working Capital Turnover yaitu sebesar 0,001.Hal ini memiliki arti bahwa jika variabel bebas/independen lainnya tidak mengalami perubahan dan variabel Working Capital Turnover mengalami peningkatan satu kali maka variabel Return on Equity akan mengalami peningkatan sebesar 0,001.Koefisien regresi yang bernilai positif memiliki arti bahwa Working Capital Turnover memiliki hubungan positif terhadap Return on Equity.Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai Working Capital Turnover maka semakin tinggi juga nilai Return on Equity.Nilai signifikansi uji statistik t pada variabel Working Capital Turnover yaitu sebesar 0,536 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial Working Capital Turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Equity pada perusahaan wholesale trade yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020.4 Koefisien regresi pada variabel Sales Growth yaitu sebesar 0,151.Hal ini memiliki arti bahwa jika variabel bebas/independen lainnya tidak mengalami perubahan dan variabel Sales Growth mengalami peningkatan satu kali maka variabel Return on Equity akan mengalami peningkatan sebesar 0,151.Koefisien regresi yang bernilai positif memiliki arti bahwa Sales Growth memiliki hubungan positif terhadap Return on Equity.Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai Sales Growth maka semakin tinggi juga nilai Return on Equity.Nilai signifikansi uji statistik t pada variabel Sales Growth yaitu sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial Sales Growth berpengaruh signifikan positif terhadap Return on Equity pada perusahaan wholesale trade yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran untuk penelitian lanjutan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel-variabel independen lainnya yang dapat memberi pengaruh atau menjelaskan varian terjadinya variabel Return on Equity, seperti Net Profit Margin, Return on Working Capital, Value Added Capital Employed, Value Added Human Capital, dan Structural Capital Value Added. Kedua, penelitian dapat fokus pada industri sektor atau subsektor yang memiliki populasi perusahaan lebih banyak, seperti industri transportasi, properti dan perumahan, tambang batu bara, dan pariwisata, restoran, dan hotel. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat menggunakan periode waktu yang lebih lama, lebih dari lima tahun, dan menggunakan tahun penelitian yang terbaru. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas dalam industri wholesale trade.

Read online
File size527.25 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test