KARYAKESEHATANKARYAKESEHATAN

TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran KomunitasTERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas

Pada umumnya klien post apend widen lama rawat inap selama 3 hari. Mobilisasi dini sangat penting untuk mengembalikan proses metabolisme sehingga klien dapat beraktivitas sesegera mungkin. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan pada tanggal 16-28 Juli 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah dua orang pasien post apendektomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan mobilisasi pada pasien post operasi apendiktomi belum dapat dilakukan sepenuhnya, dimana subyek I belum dapat semua tahapan mobilisasi dini 6 jam dan 6‑10 jam setelah operasi, sedangkan subyek II tidak dapat melaksanakan tahapan 6‑10 jam. Mobilisasi dini pada pasien post operasi harus disesuaikanhea kondisi individual.

Penelitian menunjukkan perbedaan kemampuan pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien post operasi apendiktomi.Subyek I belum dapat melaksanakan semua tahapan 6 jam setelah operasi dan 6‑10 jam, sedangkan subyek II hanya tidak dapat pada 6‑10 jam.Oleh karena itu, mobilisasi dini harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien.

A. Penelitian dapat dilanjutkan kain masukan penggunaan metode randomisasi kontrol teracak untuk menilai dampak mobilisasi dini pada penurunan nyeri dan laju penyembuhan. B. Selanjutnya dapat dikaji kapan optimal memulai mobilisasi, apakah sebelum 6 jam atau setelah, serta berapa intensitas misah langkah yang cocok untuk tiap pasien. C. Selain itu, peneliti dapat menerapkan teknologi monitoring mobilitas, seperti wearable sensor, untuk memastikan konsistensi dan keamanan mobilisasi di rumah sakit들은. D. Keseluruhan saran ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas intervensi keperawatan post operasi, mengurangi komplikasi, dan mempercepat pemulihan pasien.

Read online
File size597.63 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test