FT UNDARFT UNDAR

Jurnal JEETechJurnal JEETech

Meningkatnya kebutuhan akan konektivitas tanpa hambatan di lingkungan Smart City mendorong integrasi sistem komunikasi langsung ke dalam infrastruktur bangunan. Penelitian ini menganalisis kinerja sistem antena loop tertanam pada kolom beton bertulang untuk aplikasi Internet of Things (IoT) pada sub-GHz. Antena berbahan baja nirkarat ini dimodelkan dan disimulasikan menggunakan Ansys HFSS (High Frequency Structure Simulator) berbasis Finite Element Method (FEM). Analisis analitik dan simulasi full-wave dilakukan untuk mengevaluasi parameter elektromagnetik utama seperti return loss, voltage standing wave ratio (VSWR), lebar pita impedansi, dan karakteristik radiasi. Hasil menunjukkan bahwa antena mencapai resonansi pada 700 MHz dengan return loss –20,95 dB dan VSWR 1,196, menandakan pencocokan impedansi yang baik. Lebar pita 563–939 MHz menunjukkan kompatibilitas dengan berbagai protokol IoT seperti LoRaWAN, NB-IoT, Z-Wave, dan ZigBee. Meskipun terjadi penurunan gain akibat penyerapan dielektrik dalam beton, antena tetap mempertahankan pola radiasi omnidireksional yang sesuai untuk node IoT berdaya rendah.

Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem antena loop tertanam untuk jaringan IoT di lingkungan Smart City.Hasil simulasi menunjukkan bahwa antena mencapai resonansi pada 700 MHz dengan return loss -20.196, yang menandakan pencocokan impedansi yang baik.Antena juga memiliki lebar pita sekitar 376 MHz (563 MHz hingga 939 MHz), yang kompatibel dengan berbagai standar komunikasi IoT seperti LoRaWAN, NB-IoT, Z-Wave, dan ZigBee.Meskipun total gain berkurang akibat penyerapan dielektrik dan coupling dengan material bangunan, pola radiasi antena tetap omnidireksional, menawarkan cakupan yang memadai untuk node IoT berdaya rendah.Kehadiran lapisan udara 1 cm mengurangi total gain menjadi 0.77 dB pada konfigurasi tertanam sepenuhnya, yang menunjukkan pentingnya optimasi struktur tertanam untuk meningkatkan efisiensi.Penelitian selanjutnya akan fokus pada pembuatan, validasi eksperimental, dan evaluasi kinerja jangka panjang di lingkungan beton nyata untuk menetapkan panduan desain praktis untuk aplikasi Smart City.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan validasi eksperimental dan evaluasi kinerja jangka panjang sistem antena loop tertanam di lingkungan beton nyata. Hal ini akan membantu menetapkan panduan desain praktis yang dapat diterapkan dalam aplikasi Smart City. Selain itu, penelitian dapat fokus pada optimasi struktur tertanam untuk meningkatkan efisiensi antena, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti jarak udara, lapisan dielektrik rendah kehilangan, dan penempatan di daerah dengan permeabilitas rendah. Penelitian juga dapat mengeksplorasi efek korosi pada kinerja antena dalam jangka panjang dan menguji efektivitas pelapis tahan korosi atau bahan komposit. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan sistem komunikasi yang andal dan efisien untuk jaringan IoT di lingkungan Smart City.

  1. Performance Analysis of Building-Embedded Loop Antenna Systems for Smart City IoT Networks | Jurnal JEETech.... ejournal.ft-undar.ac.id/index.php/jeetech/article/view/402Performance Analysis of Building Embedded Loop Antenna Systems for Smart City IoT Networks Jurnal JEETech ejournal ft undar ac index php jeetech article view 402
Read online
File size832.02 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test