STIE AUBSTIE AUB

ExcellentExcellent

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kepemimpinan Efektif dan Pendidikan Latihan terhadap Kemampuan Intelejen Prajurit. Sampel penelitian terdiri dari 100 responden, yaitu prajurit Batalyon 21 Grup 2 Kopassus. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS Versi 29. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien variabel Kepemimpinan Efektif sebesar 0,315 dengan nilai signifikansi 0,001, serta nilai koefisien variabel Pendidikan dan Latihan sebesar 0,275 dengan nilai signifikansi 0,000. Kedua variabel tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kemampuan Intelejen Prajurit.

Penelitian ini menemukan bahwa Kepemimpinan Efektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemampuan Intelejen Prajurit (p < 0,001).Pendidikan dan Pelatihan juga memberikan pengaruh signifikan yang sama terhadap kemampuan tersebut (p < 0,001), serta keduanya secara simultan meningkatkan kemampuan intelijen secara positif.Kedua variabel bersama-sama menyumbang sekitar 50 % variansi kemampuan intelijen, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain yang belum diteliti.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana budaya organisasi memediasi pengaruh kepemimpinan efektif terhadap kemampuan intelejen prajurit, sehingga dapat menjawab pertanyaan apakah lingkungan budaya yang kuat memperkuat atau melemahkan efek kepemimpinan. Selanjutnya, sebuah studi longitudinal dengan periode satu tahun dapat menilai dampak program pelatihan kognitif berkelanjutan terhadap peningkatan kemampuan intelejen, yang memungkinkan pemahaman tentang perubahan kemampuan seiring waktu dan keberlanjutan efek pelatihan. Penelitian komparatif antara batalyon yang berbeda dapat menyelidiki interaksi antara motivasi pribadi, disiplin, serta kepemimpinan dan pelatihan, untuk menentukan apakah faktor-faktor individu tersebut memperkuat atau mengurangi kontribusi variabel utama terhadap kemampuan intelijen. Selain itu, analisis faktor eksternal seperti penggunaan teknologi informasi dalam proses pelatihan dapat menambah perspektif tentang efisiensi metode pendidikan militer modern. Untuk menguji keabsahan temuan, penelitian dapat mengaplikasikan model struktural equation modeling (SEM) guna menjelaskan hubungan kompleks antar variabel. Hasil dari studi-studi tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih holistik mengenai determinan kemampuan intelejen, serta membantu merumuskan kebijakan pengembangan sumber daya manusia yang lebih tepat sasaran dalam konteks Kopassus. Dengan demikian, penelitian lanjutan tidak hanya memperdalam pemahaman teoritis tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi peningkatan kinerja operasional satuan elite.

Read online
File size220.89 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test