STMIKSZNWSTMIKSZNW

TEKNIMEDIA: Teknologi Informasi dan MultimediaTEKNIMEDIA: Teknologi Informasi dan Multimedia

Mesin penetas telur otomatis berbasis mikrokontroler ESP32 dikembangkan sebagai solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan penetasan telur ayam kampung secara alami, yang sering kali dihadapkan pada ketidakstabilan suhu dan kelembaban serta perilaku induk ayam yang tidak konsisten, sehingga menurunkan tingkat keberhasilan penetasan bagi peternak kecil dan menengah; tujuan penelitian ini adalah meningkatkan efisiensi penetasan dengan mempertahankan kondisi optimal suhu 37°C–40°C dan kelembaban 50%–60% RH secara otomatis, mengurangi ketergantungan pada metode konvensional, dan meningkatkan produktivitas melalui otomatisasi; metodologi melibatkan desain sistem menggunakan ESP32 sebagai kontrol utama, integrasi sensor DHT22 untuk pemantauan suhu dan kelembaban, modul RTC DS3231 untuk pencatatan waktu, motor stepper untuk pembalikan telur setiap 4 jam, serta komponen pemanas, kipas, dan konektivitas Wi-Fi untuk kendali jarak jauh via aplikasi Blynk, dengan pengujian meliputi kalibrasi sensor, evaluasi efektivitas regulasi lingkungan, dan uji fungsionalitas mekanisme pembalikan selama 7 hari pada sampel telur ayam kampung; hasil menunjukkan sistem mampu menjaga suhu rata-rata 38.5°C dengan variasi ±1°C dan kelembaban 55% RH dengan variasi ±5% RH, meningkatkan keberhasilan penetasan hingga 85% dibandingkan metode konvensional, dengan akurasi sensor tinggi dan operasi mekanisme yang presisi, sehingga terbukti sebagai inovasi efektif untuk modernisasi peternakan unggas.

Mesin penetas telur otomatis berbasis ESP32 yang dirancang dalam penelitian ini mampu mengontrol suhu, kelembaban, serta pemutaran telur secara otomatis sesuai kebutuhan proses penetasan.Sistem juga dilengkapi pemantauan dan pengendalian jarak jauh melalui aplikasi Blynk sehingga lebih praktis digunakan oleh peternak.Berdasarkan hasil pengujian, seluruh komponen dapat bekerja dengan baik dan responsif terhadap kondisi di dalam inkubator.Dengan demikian, alat ini dapat menjadi solusi yang efektif dan terjangkau untuk meningkatkan keberhasilan penetasan telur unggas bagi peternak kecil maupun menengah.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem deteksi dini kerusakan telur menggunakan sensor canggih untuk meningkatkan akurasi pengawasan. Selain itu, integrasi teknologi AI untuk prediksi kondisi optimal inkubasi berdasarkan data historis bisa menjadi arah studi baru. Terakhir, penelitian juga bisa mengeksplorasi penggunaan bahan lokal sebagai alternatif komponen elektronik untuk menurunkan biaya produksi mesin, sekaligus memperkuat keberlanjutan industri peternakan daerah.

Read online
File size358.77 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test