UNTAG SMDUNTAG SMD

Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan KehutananAgrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

. Pesatnya pembangunan di sektor pertambangan mengakibatkan banyaknya penggunaan kawasan hutan yang dilakukan melalui Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan. Pengawasan pemenuhan kewajiban Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan dilakukan melalui kegiatan evaluasi yang memerlukan dana yang besar. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung luas perubahan tutupan lahan di areal izin pinjam pakai kawasan hutan dengan menggunakan Citra Satelit serta menganalisis pelaksanaan reklamasi atau revegetasi kewajiban pemegang izin dengan dokumen matriks baseline dan peta perkembangan kemajuan tambang. Areal penelitian berada pada PT. Singlurus Pratama. Berdasarkan hasil interpretasi visual pada citra, penambahan luas tutupan lahan pada areal PT. Singlurus Pratama terjadi pada klasifikasi Tanah Terbuka Campur Semak dengan luas 256,35 ha (21,35%). Sedangkan pengurangan luas tutupan lahan pada PT Singlurus Pratama dengan luas sebesar 961,07 ha (80,04%). Berdasarkan hasil analisis perubahan tutupan lahan dan matriks baseline luas reklamasi atau revegetasi sebesar 322,29 ha (26,85%) dan 327,29 ha (27,26%).

Singlurus telah mengalami perubahan luas tutupan lahan yang terjadi di semua klasifikasi dengan penambahan luas terbesar dialami pada kelas tanah terbuka campur semak sebesar 246,70 ha (20,56%), sedangkan penurunan luas dialami pada kelas hutan sekunder sebesar 958,37 ha (79,85%).Berdasarkan analisis citra SPOT6 tahun 2017 revegetasi di PT.Singlurus Pratama adalah sebesar 322,29 ha (26,85%) dari luas rencana yang tercantum baseline dalam matriks perusahaan di tahun 2009 sebesar 327,29 ha (27,26 %).

Penelitian selanjutnya dapat memanfaatkan citra satelit berspasial tinggi seperti Sentinel‑2 atau data konstelasi Planet untuk memantau perubahan tutupan lahan secara tahunan sehingga dapat mengidentifikasi degradasi lebih awal dan menilai efektivitas intervensi reklamasi. Selain itu, integrasi data penginderaan jauh dengan survei lapangan menggunakan UAV (drone) serta pengukuran biomassa di area yang direvegetasi dapat meningkatkan akurasi klasifikasi dan memberikan gambaran kuantitatif tentang pemulihan ekosistem. Selanjutnya, dibutuhkan pengembangan model keputusan yang menggabungkan informasi spasial dengan data sosial‑ekonomi pemegang izin, untuk mengevaluasi kinerja kebijakan reklamasi serta merumuskan strategi adaptif yang dapat diimplementasikan oleh otoritas kehutanan dan perusahaan tambang.

  1. IDENTIFIKASI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI AREAL PINJAM PAKAI KAWASAN HUTAN DENGAN MENGGUNAKAN SATELIT |... doi.org/10.31293/agrifor.v24i1.8266IDENTIFIKASI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI AREAL PINJAM PAKAI KAWASAN HUTAN DENGAN MENGGUNAKAN SATELIT doi 10 31293 agrifor v24i1 8266
  2. Vol 21, No 1 (2022). https agrifor v21i1 table contents articles pemanenan hutan sifat kandungan biologis... ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG/issue/view/312Vol 21 No 1 2022 https agrifor v21i1 table contents articles pemanenan hutan sifat kandungan biologis ejurnal untag smd ac index php AG issue view 312
  3. Vol 24, No 1 (2025). https agrifor v24i1 table contents articles evaluasi status kesuburan tanah areal... ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG/issue/view/449Vol 24 No 1 2025 https agrifor v24i1 table contents articles evaluasi status kesuburan tanah areal ejurnal untag smd ac index php AG issue view 449
Read online
File size730.19 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test