UPN VeteranUPN Veteran

Jurnal MebisJurnal Mebis

Penelitian ini menyelidiki pengaruh perilaku keuangan, termasuk rasa takut ketinggalan, literasi keuangan, perilaku meniru, aversio kehilangan, dan persepsi risiko, terhadap keputusan investasi saham di kalangan Generasi Z di Jawa Timur. Dengan menggunakan Teori Proses Ganda sebagai kerangka teoritis, penelitian ini mengeksplorasi interaksi dinamis antara proses berpikir intuitif dan analitis dalam membentuk perilaku investasi. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 1-5, yang didistribusikan kepada 402 responden Generasi Z yang aktif berinvestasi di pasar saham. Data dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan SmartPLS 3.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berdampak positif terhadap perilaku meniru dan aversio kehilangan, sedangkan perilaku meniru dan aversio kehilangan berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. Selain itu, rasa takut ketinggalan dan persepsi risiko berperan sebagai mediator penting, menggambarkan bagaimana faktor emosional dan kognitif berinteraksi dalam pengambilan keputusan. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang perilaku investasi Generasi Z, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara intuisi dan analisis. Implikasi praktis mencakup kebutuhan akan program pendidikan keuangan yang ditargetkan untuk meningkatkan literasi keuangan dan mengurangi perilaku yang didorong oleh bias. Penelitian ini memberikan wawasan teoritis dengan menghubungkan Teori Proses Ganda dengan pengambilan keputusan keuangan, menawarkan kerangka kerja komprehensif untuk memahami perilaku investasi saham di pasar emerging.

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku keuangan seperti rasa takut ketinggalan, literasi keuangan, perilaku meniru, aversio kehilangan, dan persepsi risiko memiliki dampak signifikan terhadap keputusan investasi saham di kalangan Generasi Z di Jawa Timur.Temuan penelitian menekankan bahwa literasi keuangan memainkan peran penting dalam mengurangi bias perilaku, seperti perilaku meniru dan aversio kehilangan, yang pada akhirnya mempengaruhi keputusan investasi.Selain itu, persepsi risiko dan rasa takut ketinggalan terbukti berperan sebagai mediator, mengungkapkan dinamika interaksi antara proses intuitif dan analitis dalam pengambilan keputusan, sejalan dengan kerangka Teori Proses Ganda.Berdasarkan temuan ini, disarankan agar program pendidikan keuangan lebih fokus pada peningkatan literasi keuangan dan pengelolaan bias psikologis untuk mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih rasional di kalangan Generasi Z.Selain itu, penyedia layanan investasi dianjurkan untuk menawarkan platform yang menyediakan informasi yang jelas, akurat, dan mudah diakses untuk mengurangi risiko pengambilan keputusan yang didasarkan pada emosi.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi studi lanjutan yang mengeksplorasi peran faktor psikologis dan perilaku dalam pengambilan keputusan investasi di berbagai demografi dan konteks pasar.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan penelitian dengan mengeksplorasi kelompok demografi lainnya atau memasukkan faktor psikologis tambahan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor sosial dan emosional pada perilaku investasi di kalangan Generasi Z, khususnya dalam konteks pasar saham. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program pendidikan keuangan dalam meningkatkan literasi keuangan dan mengurangi bias perilaku di kalangan investor muda. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan perilaku investasi dan pengaruh faktor-faktor psikologis di berbagai pasar emerging. Penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang dinamika perilaku investasi dan membantu mengembangkan strategi pendidikan keuangan yang lebih efektif untuk Generasi Z.

Read online
File size514.88 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test