GENINTELEKTUALGENINTELEKTUAL

CoreID JournalCoreID Journal

Pilihan protokol komunikasi memegang peran krusial dalam menentukan efisiensi dan masa pakai operasional perangkat Internet of Things (IoT) berdaya rendah seperti sistem berbasis ESP32, khususnya dalam aplikasi Rumah Pintar. Studi ini melakukan Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR) mengikuti pedoman PRISMA 2020 untuk menganalisis dan membandingkan kinerja protokol MQTT dan HTTP pada mikrokontroler ESP32, dengan fokus pada latensi, konsumsi daya, overhead protokol, ketahanan jaringan, dan efisiensi keamanan. Dari 166 catatan awal, 9 studi empiris memenuhi kriteria inklusi dan disintesis dalam tinjauan akhir. Temuan secara konsisten menunjukkan bahwa MQTT mengungguli HTTP di berbagai dimensi kinerja. MQTT menunjukkan latensi yang jauh lebih rendah, berkisar antara 4,76× hingga 12,1× waktu respons lebih cepat dalam kondisi lalu lintas tinggi dan server jarak jauh. Dalam hal efisiensi energi, MQTT mencapai konsumsi daya sekitar 6–8% lebih rendah daripada HTTP, berkontribusi pada masa pakai baterai yang lebih lama dalam implementasi IoT. MQTT juga membebankan overhead protokol yang lebih rendah, terutama untuk komunikasi sensor berpayload kecil dan skenario transmisi aman menggunakan TLS. Selanjutnya, MQTT mempertahankan kinerja yang lebih stabil dalam kondisi jaringan terbatas dibandingkan HTTP. Meskipun HTTP tetap cocok untuk aplikasi yang memprioritaskan kompatibilitas dan kesederhanaan, tinjauan ini menyimpulkan bahwa MQTT adalah protokol komunikasi yang lebih efisien dan andal untuk sistem IoT berbasis ESP32 yang memiliki keterbatasan sumber daya, yang membutuhkan latensi rendah, efisiensi energi, dan kinerja jaringan yang kuat.

Studi ini melakukan Tinjauan Pustaka Sistematis yang menganalisis dan membandingkan kinerja protokol MQTT dan HTTP pada perangkat ESP32 dalam aplikasi Internet of Things, menyimpulkan bahwa MQTT secara umum mengungguli HTTP di berbagai aspek kinerja.Keunggulan MQTT meliputi latensi yang lebih rendah, konsumsi daya yang lebih efisien, overhead protokol yang minimal, dan keandalan yang superior dalam kondisi jaringan terbatas, termasuk saat menerapkan keamanan TLS.Dengan demikian, MQTT direkomendasikan untuk implementasi IoT berbasis ESP32 yang membutuhkan efisiensi daya, komunikasi waktu nyata, dan pemanfaatan jaringan optimal, namun penelitian lanjutan dengan skenario yang lebih beragam sangat dibutuhkan.

Melihat temuan studi ini yang menggarisbawahi keunggulan MQTT pada perangkat ESP32 untuk aplikasi IoT, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan penting. Salah satunya adalah menyelidiki secara lebih mendalam bagaimana kedua protokol ini berkinerja dalam skenario aplikasi yang sangat spesifik dan menuntut, seperti pada sistem Industri IoT (IIoT) yang memerlukan waktu respons sangat akurat untuk kontrol mesin, atau dalam lingkungan kendaraan otonom yang membutuhkan pengiriman data tanpa henti. Penelitian bisa berfokus pada metrik kritis seperti keandalan data real-time, toleransi kegagalan sistem, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan kondisi jaringan yang cepat, yang mungkin tidak sepenuhnya tercakup dalam tinjauan ini. Selanjutnya, dengan mempertimbangkan pentingnya keamanan, studi di masa depan dapat mengeksplorasi secara rinci keseimbangan antara tingkat keamanan yang diterapkan dan dampaknya terhadap sumber daya ESP32 yang terbatas. Ini bisa mencakup analisis perbandingan penggunaan algoritma kriptografi ringan atau implementasi fitur keamanan berbasis perangkat keras pada varian ESP32 terbaru, guna menemukan konfigurasi keamanan optimal yang meminimalkan konsumsi daya dan latensi tanpa mengorbankan perlindungan data. Terakhir, untuk menjawab tantangan implementasi IoT skala besar, penelitian lanjutan bisa menguji kinerja MQTT dan HTTP dalam jaringan yang jauh lebih kompleks dan padat. Hal ini bukan hanya tentang penambahan jumlah perangkat, melainkan juga melibatkan skenario jaringan hibrida di mana perangkat berbeda mungkin menggunakan protokol yang berbeda, atau sistem yang beroperasi dalam lingkungan dengan konektivitas yang sering terputus-putus. Bagaimana protokol-protokol ini berinteraksi, serta bagaimana mereka dapat dioptimalkan untuk menjaga kinerja dan efisiensi di tengah kerumitan tersebut, adalah pertanyaan penelitian yang krusial untuk pengembangan IoT di masa mendatang.

  1. RANCANGAN CHANGEOVER OTOMATIS BERBASIS WAKTU PADA TRANSMITTER VHF AIR TO GROUND R&S SU4200 | Jurnal... journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/view/46797RANCANGAN CHANGEOVER OTOMATIS BERBASIS WAKTU PADA TRANSMITTER VHF AIR TO GROUND R S SU4200 Jurnal journal universitaspahlawan ac index php jrpp article view 46797
  2. Energy consumption for securing lightweight IoT protocols | Proceedings of the 10th International Conference... doi.org/10.1145/3410992.3411008Energy consumption for securing lightweight IoT protocols Proceedings of the 10th International Conference doi 10 1145 3410992 3411008
  3. IoT and Cloud Computing in Biological Water Monitoring: A Systematic Review of Challenges, Architectures,... researchsquare.com/article/rs-6848919/v1IoT and Cloud Computing in Biological Water Monitoring A Systematic Review of Challenges Architectures researchsquare article rs 6848919 v1
Read online
File size427.42 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test