IPBIPB

HAYATIHAYATI

Tannin merupakan kelompok polifenol alami yang menyebar luas, dengan kemampuan khas untuk menempel pada berbagai biomolekul. Ikatan tannin dengan enzim dapat mengakibatkan hilangnya aktivitas enzimik. Mekanisme serupa diperkirakan terjadi ketika tannin buah menghambat aktivitas β‑glukosidase, sehingga hidrolysin volatile yang terikat glikosida dalam jus buah berkurang. Penelitian ini pertama kali menunjukkan bahwa tannin, yaitu asam tannat dan epigallocatechin gallat, secara signifikan menghambat aktivitas β‑glukosidase. Selanjutnya, supernatan bebas sel (CFS) Lactiplantibacillus plantarum, yang diketahui mengandung aktivitas tannase, dapat menghapus penghambatan β‑glukosidase akibat tannin. Hasil kami menunjukkan bahwa tannase, bersama β‑glukosidase, dapat menjadi strategi efektif untuk menghidrolisis fitokimia glikosidik guna melepaskan senyawa bioaktif.

Penggunaan CFS Lactiplantibacillus plantarum yang kaya aktivitas tannase berhasil menghambat efek penghambatan tannin pada β‑glukosidase, sehingga aktivitas enzim dapat dipulihkan tarihsubstrat X‑glukosida dan esklinin.Hasil ini menunjukkan bahwa enzim tannase dapat memecah tanin, mengurangi interaksi negatif dengan β‑glukosidase, dan mereaksikan kembali kemampuan hidrolisis glikosidik.Oleh karena itu, kombinasi tannase dan β‑glukosidase dapat dipertimbangkan sebagai strategi industri untuk meningkatkan pelepasan aroma dan senyawa bioaktif dalam produk makanan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas CFS Lactiplantibacillus plantarum sebagai tambahan alami dalam proses produksi jus buah yang mengandung tannin, untuk meningkatkan pelepasan aroma dengan memfasilitasi aktivasi β‑glukosidase secara in situ. Penelitian lain dapat mengkaji sinergi penggunaan tannase dan β‑glukosidase dalam satu sistem enzimatik purs komprehensif guna mengoptimalkan hidrolisis prekursor aroma yang terikat glikosida di berbagai matriks buah, sekaligus memantau perubahan profil aroma dan kualitas sensorik produk akhir. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi stabilitas dan aktivitas CFS di bawah kondisi industri, seperti variasi pH, suhu, dan masa simpan, Equivalent guna menentukan potensi skal proposional dan aplikabilitas praktis dalam skala produksi yang konsisten dan berkelanjutan. Penelitian tambahan dapat memperluas spektrum substrat dengan memanfaatkan jenis tanin dan glikosida yang berbeda, serta menilai dampaknya pada kesetiaan aroma dan variabilitas organoleptik, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi khusus bagi produsen. Akhrinya, studi longitudinal dapat mengukur dampak penggunaan CFS terhadap keberlanjutan rantai pasok makanan, termasuk faktor lingkungan, sosial, dan ekonomis, yang penting bagi pengembangan industri berkelanjutan.

  1. Journal of Medicinal Plants Research - mangiferin content, carotenoids, tannins and oxygen radical absorbance... doi.org/10.5897/jmpr2017.6335Journal of Medicinal Plants Research mangiferin content carotenoids tannins and oxygen radical absorbance doi 10 5897 jmpr2017 6335
  2. PeerJ β-Glucosidase activity and antimicrobial properties of potentially probiotic autochthonous... peerj.com/articles/16094PeerJ Glucosidase activity and antimicrobial properties of potentially probiotic autochthonous peerj articles 16094
  3. Evaluation of Physicochemical, Nutritional and Antioxidant Parameters of Pulp During Post-harvest Ripening... doi.org/10.12691/jfnr-10-6-1Evaluation of Physicochemical Nutritional and Antioxidant Parameters of Pulp During Post harvest Ripening doi 10 12691 jfnr 10 6 1
  4. Mitigating the Inhibitory Effect of Tannins on β-Glucosidase Activity Using Tannase from Lactiplantibacillus... journal.ipb.ac.id/hayati/article/view/65801Mitigating the Inhibitory Effect of Tannins on Glucosidase Activity Using Tannase from Lactiplantibacillus journal ipb ac hayati article view 65801
Read online
File size451.27 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test