CELEBESSCHOLARPGCELEBESSCHOLARPG

Journal of Social CommerceJournal of Social Commerce

Artikel ini menyelidiki efek dari nilai tukar rupiah, inflasi, dan suku bunga terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) serta sembilan indeks sektoral di pasar keuangan Indonesia. Dengan perilaku pasar yang semakin dipengaruhi oleh faktor-faktor sistemik yang lebih luas, analisis ini memperkenalkan pasokan uang dan Indeks Harga Saham Industri Dow Jones (DJIA) sebagai variabel moderasi yang baik meringankan atau mengurangi tingkat atau orientasi hubungan makroekonomi ini. Studi desain kuantitatif yang dipilih menyiratkan penggunaan regresi berganda dan Analisis Regresi Moderasi (MRA) dengan data bulanan yang dikumpulkan dalam periode antara Januari 2019 dan Desember 2023. Temuan menunjukkan bahwa variasi makroekonomi tidak tersebar merata di semua sektor. Tekanan inflasi dan perubahan nilai tukar adalah spesifik sektor, sedangkan pergerakan suku bunga sebagian besar menekan sisi penurunan khususnya di sektor yang intensif modal. Pengaruh meredam likuiditas dan sentimen internasional juga terbukti sangat signifikan, menunjukkan bahwa penerimaan pesan makroekonomi tidak hanya merupakan faktor respons investor tetapi juga faktor kondisi interpretatif di bawah mana pesan tersebut disampaikan.

Hasil penelitian ini mendukung semakin kompleksnya pengolahan sinyal makroekonomi dalam sistem kapital sektoral di Indonesia.Sebaliknya, investor tidak lagi menggunakan indikator makroekonomi mentah saja.Petunjuk kontekstual yang terkandung dalam kondisi likuiditas dan indikator sentimen global mempengaruhi mereka dalam derajat yang lebih besar.Ini adalah rasionalitas yang muncul yang mengharuskan kita untuk meninggalkan pemodelan kausal yang kaku dan mengingat ruang hermeneutika yang digunakan investor saat berhadapan dengan berbagai petunjuk pasar.Pasar modal bukan hanya penyerap pasif data makro, tetapi juga responder yang penilaiannya terbentuk sebagai filter aktif pada saat yang sama tentang apa yang dikatakan data makro dan apa yang dianggap sebagai peluang.Efek inflasi pada berbagai sektor ekonomi menegaskan bahwa perilaku investor tidak lagi ditentukan oleh asumsi umum.Dalam beberapa industri termasuk energi dan bahan baku, inflasi tidak dianggap sebagai penghalang tetapi sebagai kemungkinan struktural.Sektor-sektor ini memiliki sifat pasokan yang kaku, jalur ekspor atau konsumsi kritis, yang memungkinkan sektor tersebut memanfaatkan kondisi inflasi untuk meningkatkan aliran pendapatan.Ini mengkonfirmasi kesimpulan oleh Zenchenko et al.(2022), menurut mana posisi sektoral mempredisposisi moneter atau hukuman inflasi.Pada catatan yang sama, Mann (2025) menunjukkan bahwa industri yang berada dalam siklus komoditas rentan terhadap tren penilaian yang terkait dengan inflasi, terutama dalam kondisi likuiditas yang berkelanjutan.Pengamatan ini mewakili pergeseran dari perspektif lonjakan biaya klasik inflasi menuju elastisitas margin dan kekuatan pasar yang dirasakan.Dinamika ini mengotentikasi perilaku yang muncul di mana Bernanke et al.(1999) mengamati bahwa respons inflasi yang didorong oleh daya beli semakin menjadi properti investor untuk pemetaan relasional dalam struktur biaya dan realisasi nilainya dalam hubungan sektoral spesifik.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mempertimbangkan latensi perilaku, efek platform, dan model sinyal koheren internasional. Temuan dalam penelitian ini memberikan dasar praktis untuk pengembangan teoritis yang lebih mendasar. Ada kebutuhan untuk pendekatan investasi berbasis sektor yang mempertimbangkan konsekuensi langsung dari variabel ekonomi serta konteks interpretatif di mana variabel tersebut tertanam. Investor yang sadar akan spesifikasi sektor dan sistematis akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menawar volatilitas dan memanfaatkan sektor yang menunjukkan ketahanan selama perubahan kebijakan atau ketegangan ekonomi dunia. Para pembuat kebijakan harus memahami bahwa berbagai sektor bereaksi berbeda terhadap fluktuasi suku bunga, nilai tukar, dan tekanan inflasi, dan respons mereka dimoderasi oleh ketersediaan likuiditas dan opini publik yang ada. Bukti eksperimental menunjukkan bahwa heterogenitas sektoral dan proses moderasi tidak boleh dianggap sebagai bagian kolateral dalam proses pemodelan. Argumen ini menuntut kerangka teoritis yang luas yang dapat mencakup kurva interpretasi kapital yang berubah dan pentingnya responsifitas global yang terintegrasi secara digital dari perilaku investasi. Struktur metodologis dan temuan empiris yang ditawarkan dapat digunakan untuk mengeksplorasi dinamika yang dipertanyakan lebih detail, yang membuktikan pentingnya redefinisi responsifitas keuangan sebagai interaksi dinamis antara penunjuk struktural dan interpretasi konteks-spesifik.

  1. 0. pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents... doi.org/10.56726/IRJMETS741170 pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents doi 10 56726 IRJMETS74117
  2. The Effect of Macroeconomics on Stock Price Index in the Republic of China - International Journal of... ijeba.com/journal/511The Effect of Macroeconomics on Stock Price Index in the Republic of China International Journal of ijeba journal 511
  3.  . 0 mdpi.com/1911-8074/18/7/369A 0 mdpi 1911 8074 18 7 369
  4. Causes of Exchange Rate Volatility. causes exchange rate volatility asian journal economics business... journalajeba.com/index.php/AJEBA/article/view/1091Causes of Exchange Rate Volatility causes exchange rate volatility asian journal economics business journalajeba index php AJEBA article view 1091
  5.  . 0 mdpi.com/1911-8074/15/3/140A 0 mdpi 1911 8074 15 3 140
Read online
File size436.19 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test