UINMADURAUINMADURA

Jurnal Pendidikan Islam - TadrisJurnal Pendidikan Islam - Tadris

Tulisan ini berusaha menganalisis pemikiran Kiri Islam Hassan Hanafi dan implikasinya terhadap pendidikan Islam. Dalam pandangannya, pendidikan adalah dialektika tradisi-fenomenologis-sosialistik; kebudayaan-peradaban-kebudayaan, yang melibatkan sifat konservatif-progresif-perenialistik-esensialistik lingkaran dialektika dekonstruksi-rekonstruksi-pencerahan, yang menghasilkan manusia unggul yang tahu, mau, dan mampu bebas, merdeka, men-dobrak, mengkonstruk, dan mencerahkan. Pendidikan dalam dialektika tersebut melibatkan metode edukatif, emansipatoris, dan inventif dengan pola nomotetik, ideografik, dan transaksional.

Pemikiran Hassan Hanafi menawarkan kerangka dialektika yang mengintegrasikan tradisi, fenomenologi, dan sosialisme dalam pendidikan Islam.Implementasi pendekatan ini dapat menghasilkan pendidikan yang progresif, kritis, dan membebaskan, serta mampu menjawab tantangan modernitas dan kapitalisme.Penelitian selanjutnya diperlukan untuk menguji efektivitas model ini dalam konteks pendidikan Indonesia.

Penelitian pertama dapat mengeksplorasi bagaimana kurikulum berbasis metode dialektika Hassan Hanafi dapat dirancang dan diimplementasikan pada sekolah-sekolah di Indonesia untuk meningkatkan pemikiran kritis dan pembebasan siswa. Penelitian kedua dapat meneliti dampak integrasi konsep Oksidentalisme sebagai respons terhadap Orientalisme terhadap hasil belajar dan identitas keagamaan siswa dalam pendidikan Islam. Penelitian ketiga dapat menyelidiki bagaimana kerangka epistemologis Kiri Islam memengaruhi praktik pedagogik guru dan pemberdayaan siswa di komunitas yang terpinggirkan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghalang dalam penerapannya. Semua penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif, adil, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam progresif.

Read online
File size190.41 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test