UNNARUNNAR

THE SPIRIT OF SOCIETY JOURNAL : International Journal of Society Development and EngagementTHE SPIRIT OF SOCIETY JOURNAL : International Journal of Society Development and Engagement

Penelitian ini mengevaluasi biaya siklus hidup (LCC) alternatif perkerasan lentur dan kaku untuk Jalan Bhayangkara, Samarinda, guna menentukan jenis perkerasan yang paling ekonomis selama masa layan desain. Analisis LCC kuantitatif berbasis Nilai Sekarang Bersih (NPV) dengan tingkat diskonto 6% dilakukan untuk periode perencanaan 20 tahun. Komponen biaya meliputi biaya konstruksi awal, pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, rehabilitasi, dan nilai sisa. Sumber data terdiri dari survei lapangan, dokumen teknis, catatan pemeliharaan, dan estimasi anggaran. Total LCC untuk perkerasan lentur dihitung sebesar Rp 11,19 miliar, sedangkan perkerasan kaku menghasilkan total LCC yang lebih rendah, yaitu Rp 10,19 miliar. Perbedaan biaya sebesar Rp 999,76 juta (sekitar 8,9%) menunjukkan bahwa perkerasan kaku lebih hemat biaya selama periode analisis, terutama karena tuntutan pemeliharaan yang lebih rendah dan ketahanan struktural yang lebih tinggi dalam kondisi basah dan lalu lintas padat yang khas di Samarinda. Oleh karena itu, perkerasan kaku direkomendasikan sebagai pilihan yang lebih ekonomis dan berkelanjutan untuk Jalan Bhayangkara bila mempertimbangkan biaya siklus hidup jangka panjang.

Penelitian ini menemukan bahwa total Biaya Siklus Hidup (LCC) perkerasan lentur mencapai Rp 11,19 miliar, lebih tinggi karena kebutuhan pemeliharaan rutin, pelapisan berkala, dan rehabilitasi yang signifikan.Sebaliknya, perkerasan kaku menunjukkan total LCC yang lebih rendah, yaitu Rp 10,19 miliar, didukung oleh kebutuhan pemeliharaan yang minimal dan nilai sisa yang lebih tinggi.Dengan perbedaan biaya sekitar 8,9% atau Rp 999,76 juta, perkerasan kaku direkomendasikan sebagai pilihan yang lebih ekonomis dan berkelanjutan untuk Jalan Bhayangkara, mengingat ketahanan strukturalnya terhadap lalu lintas padat dan curah hujan tinggi di Samarinda.

Studi LCC ini telah berhasil mengidentifikasi perkerasan kaku sebagai pilihan paling ekonomis untuk Jalan Bhayangkara. Namun, untuk memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif dan adaptif, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi beberapa aspek. Pertama, penting untuk melakukan analisis sensitivitas LCC terhadap berbagai tingkat diskonto dan periode perencanaan, serta memasukkan biaya eksternal seperti dampak lingkungan atau kerugian ekonomi akibat kemacetan selama pemeliharaan. Ini akan memberikan gambaran biaya yang lebih holistik. Kedua, mengingat tantangan lingkungan Samarinda, penelitian dapat menyelidiki LCC dari material perkerasan inovatif atau desain komposit, seperti penggunaan bahan daur ulang atau perkerasan prategang, untuk menemukan solusi yang lebih tahan lama dan efisien. Ketiga, karena masalah drainase turut mempengaruhi kerusakan perkerasan, studi mendalam tentang hubungan antara kualitas sistem drainase dan LCC perkerasan akan sangat berharga. Ini dapat meliputi evaluasi investasi optimal pada drainase untuk meminimalkan total biaya siklus hidup jalan, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi. Melalui pendekatan ini, rekomendasi untuk pembangunan infrastruktur jalan di masa depan dapat menjadi lebih robust dan berkelanjutan.

Read online
File size225.73 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test