BBCBBC
Proceedings International Conference of Bunga BangsaProceedings International Conference of Bunga BangsaPerkembangan pesat media digital telah mengubah posisi komunikasi dakwah Islam dalam lanskap diskursif yang semakin kompleks dan kontroversial. Konten digital Islam berbahasa Inggris, yang tersebar di platform seperti YouTube, Instagram, dan situs web Islam khusus, kini membentuk tubuh diskursus yang signifikan melalui mana komunikator Muslim menegosiasikan pertanyaan tentang identitas, otoritas, dan makna agama di ranah publik. Meskipun volume diskursus ini terus meningkat, perhatian akademik kritis terhadap dimensi linguistik dan ideologis dakwah digital Islam masih relatif kurang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan ini dengan menerapkan model Analisis Wacana Kritis (AWK) berdimensi tiga Norman Fairclough yang mencakup teks, praktik diskursif, dan praktik sociocultural untuk pemeriksaan sistematis pesan dakwah Islam berbahasa Inggris dalam konteks media digital. Dilakukan melalui metodologi penelitian pustaka yang ketat, penelitian ini memanfaatkan sumber-sumber akademik yang berlandaskan teori dan berorientasi empiris yang diterbitkan dalam tiga hingga lima tahun terakhir. Tujuan penelitian adalah: (1) mengidentifikasi fitur teks dominan yang mencirikan dakwah digital Islam berbahasa Inggris; (2) memeriksa praktik diskursif melalui mana pesan-pesan ini diproduksi, beredar, dan dikonsumsi; dan (3) menempatkan praktik-praktik diskursif ini dalam kondisi makna-pembuatan sociocultural yang lebih luas di era digital. Temuan mengungkapkan bahwa dakwah digital Islam berbahasa Inggris menggunakan pilihan leksikal, pola transitivitas, dan strategi intertekstual yang khas untuk membangun representasi tertentu tentang identitas dan otoritas Islam. Pada tingkat praktik diskursif, konten tersebut menunjukkan intertekstualitas sistematis dengan genre digital kontemporer. Pada tingkat sociocultural, diskursus ini mencerminkan dan menawar ketegangan antara kebangkitan Islam global, norma ranah publik liberal Barat, dan ekonomi perhatian yang dimediasi platform. Temuan ini meningkatkan pemahaman tentang persimpangan antara komunikasi digital, diskursus agama, dan konstruksi ideologis dalam kehidupan publik Muslim kontemporer.
Berdasarkan hasil tinjauan literatur yang sistematis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan penting yang dapat berkontribusi secara bermakna terhadap pengembangan studi dakwah dan komunikasi Islam.Pertama, peran komunikator dakwah di era masyarakat digital telah mengalami transformasi yang sangat mendasar dan signifikan, dari fungsi satu arah menyampaikan pesan agama menjadi peran yang jauh lebih kompleks sebagai fasilitator literasi, penjaga akurasi informasi, pembangun komunitas, dan agen transformasi sosial berdasarkan nilai-nilai Islam.Kedua, literasi agama digital adalah kompetensi yang kritis dan mendesak yang perlu dikembangkan secara sistematis di kalangan masyarakat Muslim Indonesia, mengingat volume dan keragaman konten agama digital yang beredar, serta kapasitas yang rendah dari masyarakat untuk mengevaluasi secara kritis validitas dan kredibilitas informasi tersebut.Komunikator dakwah memiliki posisi strategis sebagai agen utama dalam proses pengembangan literasi agama ini.Ketiga, efektivitas komunikator dakwah dalam membangun literasi agama digital sebagian besar ditentukan oleh kemampuan mereka untuk mengintegrasikan kompetensi teologis yang kuat dengan keterampilan komunikasi digital adaptif, kemampuan berpikir kritis, dan sensitivitas kontekstual terhadap dinamika sociocultural yang selalu berubah dalam masyarakat digital.Pendekatan dakwah literatif-digital, yang mengintegrasikan dimensi substantif dan metodologis dalam proses dakwah, perlu mendapat perhatian yang lebih serius dalam pengembangan kurikulum dan program pelatihan untuk pendakwah.Keempat, ada beberapa tantangan struktural yang memerlukan respons kolektif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk institusi pendidikan tinggi Islam, organisasi keagamaan, pemerintah, dan komunitas pendakwah sendiri.Diperlukan ekosistem dakwah digital yang lebih terstruktur, etis, dan berlandaskan ilmiah untuk memastikan komunikator dakwah dapat melaksanakan peran mereka secara optimal dalam melayani kebutuhan spiritual dan keagamaan masyarakat Muslim di era digital.
Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan temuan dan kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian empiris yang menyeluruh untuk memahami lebih dalam praktik-praktik komunikasi dakwah dalam ekosistem media digital, termasuk analisis terhadap strategi-strategi yang digunakan komunikator dakwah dalam membangun literasi agama digital. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara mendalam dan observasi partisipan, untuk menggali perspektif komunikator dakwah dan pemahaman mereka tentang tantangan dan peluang dalam ekosistem digital. Kedua, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada dampak psikologis komunikasi dakwah di era media sosial, khususnya dalam konteks filter bubble dan echo chamber. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi-strategi dakwah inklusif yang dapat digunakan komunikator dakwah untuk mendorong dialog agama yang lebih terbuka, inklusif, dan konstruktif. Ketiga, penting untuk menyelidiki lebih lanjut tantangan-tantangan struktural dalam praktik dakwah digital, seperti paradoks otoritas keagamaan di media sosial dan komodifikasi dakwah. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi Islam, organisasi keagamaan, pemerintah, dan komunitas pendakwah. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan studi dakwah dan komunikasi Islam, serta membantu komunikator dakwah dalam melaksanakan peran mereka secara efektif di era digital.
| File size | 219.54 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media sosial instagram serta bentuk pengelolaan media sosial instagram terhadap penyebaran informasiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media sosial instagram serta bentuk pengelolaan media sosial instagram terhadap penyebaran informasi
IPMAFAIPMAFA 642, artinya hubungan antara podcast Habib Jafar untuk membentuk karakter itu kuat. 412, artinya variabel bebas (podcast) mempengaruhi variabel terikat642, artinya hubungan antara podcast Habib Jafar untuk membentuk karakter itu kuat. 412, artinya variabel bebas (podcast) mempengaruhi variabel terikat
IPMAFAIPMAFA Dakwah merupakan inti dari ajaran agama Islam. Dalam praktiknya, dakwah dapat dilakukan melalui berbagai metode, pendekatan, dan pola yang disesuaikanDakwah merupakan inti dari ajaran agama Islam. Dalam praktiknya, dakwah dapat dilakukan melalui berbagai metode, pendekatan, dan pola yang disesuaikan
IPMAFAIPMAFA Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk penggunaan kata-kata kasar dalam konten Tekotok, serta menganalisis dampak sosial dan psikologisnyaPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk penggunaan kata-kata kasar dalam konten Tekotok, serta menganalisis dampak sosial dan psikologisnya
IPMAFAIPMAFA Dengan demikian, dakwah digital Gus Faiz tidak hanya bersifat informatif tetapi juga transformatif, terbukti dalam konten acara haul yang menganalisisDengan demikian, dakwah digital Gus Faiz tidak hanya bersifat informatif tetapi juga transformatif, terbukti dalam konten acara haul yang menganalisis
IPMAFAIPMAFA Kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara dakwah disampaikan, dari metode konvensional menuju pendekatan digital yang lebih interaktif, fleksibel,Kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara dakwah disampaikan, dari metode konvensional menuju pendekatan digital yang lebih interaktif, fleksibel,
STIK KENDALSTIK KENDAL Banyak kegagalan yang disebabkan oleh buruknya cara berkomunikasi, seperti kegagalan seorang guru dalam mentransfer ilmu atau seorang profesional dalamBanyak kegagalan yang disebabkan oleh buruknya cara berkomunikasi, seperti kegagalan seorang guru dalam mentransfer ilmu atau seorang profesional dalam
SANGADJIMEDIAPUBLISHINGSANGADJIMEDIAPUBLISHING Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah metode ceramah dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi, serta pembentukkan jejaringMetode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah metode ceramah dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi, serta pembentukkan jejaring
Useful /
SANGADJIMEDIAPUBLISHINGSANGADJIMEDIAPUBLISHING Keberlanjutan program sangat bergantung pada dukungan terus‑menerus dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta organisasi masyarakat, termasuk pemberdayaanKeberlanjutan program sangat bergantung pada dukungan terus‑menerus dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta organisasi masyarakat, termasuk pemberdayaan
SANGADJIMEDIAPUBLISHINGSANGADJIMEDIAPUBLISHING Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam rasa percaya diri, keterampilan komunikasi, dan kemampuan manajerial peserta, serta terbentuknya jaringanHasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam rasa percaya diri, keterampilan komunikasi, dan kemampuan manajerial peserta, serta terbentuknya jaringan
UNITOMOUNITOMO Secara keseluruhan, tingkat penerimaan pengguna media vokasional sebagai blended learning mencapai 86,85%, menunjukkan bahwa model ini efektif dalam mengatasiSecara keseluruhan, tingkat penerimaan pengguna media vokasional sebagai blended learning mencapai 86,85%, menunjukkan bahwa model ini efektif dalam mengatasi
UNITOMOUNITOMO Internet menciptakan ruang baru di mana orang dapat berinteraksi dan berkomunikasi secara efisien. Media sosial seperti Facebook dan Twitter memfasilitasiInternet menciptakan ruang baru di mana orang dapat berinteraksi dan berkomunikasi secara efisien. Media sosial seperti Facebook dan Twitter memfasilitasi