POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIAJURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIAMasalah gizi merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian pada balita. Menurut AKG pada titik ini terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat yang mengharuskan anak untuk mengkonsumsi makanan berkualitas tinggi dalam jumlah yang tepat. Salah satu masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan gizi jangka panjang menyebabkan stunting pada anak usia dini. Keluarga sadar gizi (Kadarzi) adalah keluarga yang dapat mengidentifikasi, mencegah dan mengatasi masalah gizi pada setiap keluarga. Program mandiri keluarga sadar gizi merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk perbaikan gizi sebagai alternatif untuk menanggulangi permasalahan gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui . Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan studi cross sectional. Dengan metode pengisian kuesioner terhadap sampel ibu balita stunting usia 24-59 bulan sebanyak 57 sampel. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa pengetahuan ibu balita tentang Kadarzi mayoritas berada pada kategori kurang sebanyak 48 orang (84,2%) dan perilaku Kadarzi yang dikategorikan kurang sebanyak 31 orang (54,3%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara mengatasi terjadinya masalah gizi pada balita hendaknya para orang tua lebih memperhatiakan asupan yang dikonsumsi dengan menerapkan pola hidup Kadarzi agar dapat mengurangi resiko terjadinya masalah gizi terutama masalah stunting pada balita.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa rata-rata pengetahuan Kadarzi ibu balita stunting di wilayah Puskesmas Perawtan Lubuk Durian Bengkulu Utara masih tergolong kurang serta perilaku sebagian besar belum menerapkan lima indikator Kadarzi.Hal ini disebabkan karena keaktifan ibu-ibu dalam mengikuti dan memanfaatkan kegiatan Posyandu masih kurang.
Penelitian selanjutnya dapat meneliti persepsi dan motivasi ibu balita mengenai faktor sosial ekonomi yang memengaruhi pengetahuan Kadarzi. Studi kuasi‑eksperimental dengan intervensi berbasis aplikasi mobile dapat dievaluasi untuk mengetahui apakah akses informasi digital memperbaiki perilaku Kadarzi dan menurunkan tingkat stunting. Penelusuran longitudinal dapat melacak perubahan pengetahuan, perilaku, dan status gizi balita selama dua tahun, sehingga dapat diidentifikasi faktor penyumbang jangka panjang. Pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dapat menggali peran ayah dan kepala keluarga dalam praktik Kadarzi dan menilai dampaknya terhadap kebiasaan gizi. Analisis perbandingan antar wilayah Puskesmas dengan tingkat partisipasi Posyandu yang berbeda dapat mengungkap korelasi antara keterlibatan posyandu dan adopsi indikator Kadarzi. Penelitian dapat menambahkan variabel nutrisi mikro, seperti vitamin A dan ZMA, untuk menilai hubungan spesifik antara asupan mikro dan perbaikan pengetahuan Kadarzi. Penggunaan metode mixed‑methods dapat mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif, sehingga memberikan gambaran menyeluruh tentang praktik Kadarzi. Pengembangan modul edukasi berbasis cerita lokal dapat diuji efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman ibu balita tentang indikator Kadarzi. Penelitian dapat menggali persepsi masyarakat tentang stigma atau hambatan budaya yang menghalangi adopsi pola makan beragam di kalangan keluarga. Semua studi tersebut dapat memandu kebijakan kesehatan masyarakat untuk merancang intervensi yang terfokus pada peningkatan pengetahuan dan perilaku Kadarzi, sekaligus mengurangi prevalensi stunting.
- JAB - Jurnal Akademik STIK Bina Husada. jab jurnal akademik stik bina husada stikba wadah publikasi berkomitmen... doi.org/10.36565/jab.v7i2.78JAB Jurnal Akademik STIK Bina Husada jab jurnal akademik stik bina husada stikba wadah publikasi berkomitmen doi 10 36565 jab v7i2 78
- Ilmu Gizi Indonesia. hubungan pekerjaan ayah pendidikan pola asuh keluarga stunting balita kupang ilmu... ilgi.respati.ac.id/index.php/ilgi2017/article/view/254Ilmu Gizi Indonesia hubungan pekerjaan ayah pendidikan pola asuh keluarga stunting balita kupang ilmu ilgi respati ac index php ilgi2017 article view 254
| File size | 207.43 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Simpulan: madu fermentasi ragi tempe tidak menunjukkan aktivitas antibakteri in‑vitro terhadap E. Namun, dari perspektif Islam, status madu sebagai SyifaSimpulan: madu fermentasi ragi tempe tidak menunjukkan aktivitas antibakteri in‑vitro terhadap E. Namun, dari perspektif Islam, status madu sebagai Syifa
YARSIYARSI Penelitian ini berimplikasi bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan penyediaan layanan dukungan yang lebih baik bagi mahasiswa Kedokteran Yarsi. SebagianPenelitian ini berimplikasi bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan penyediaan layanan dukungan yang lebih baik bagi mahasiswa Kedokteran Yarsi. Sebagian
YARSIYARSI Upaya preventif seperti menjaga kebersihan organ reproduksi dan deteksi dini perlu ditingkatkan untuk mengurangi prevalensi infeksi ini, khususnya di kalanganUpaya preventif seperti menjaga kebersihan organ reproduksi dan deteksi dini perlu ditingkatkan untuk mengurangi prevalensi infeksi ini, khususnya di kalangan
SARI MUTIARASARI MUTIARA Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi dengan kejadian prediabetes pada pekerja usia produktif di sekolah Tazkiya LearningPenelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi dengan kejadian prediabetes pada pekerja usia produktif di sekolah Tazkiya Learning
PELNIPELNI Senam kaki tidak hanya berperan dalam menurunkan kadar gula darah, tetapi juga membantu meningkatkan aliran darah ke area kaki yang sangat penting untukSenam kaki tidak hanya berperan dalam menurunkan kadar gula darah, tetapi juga membantu meningkatkan aliran darah ke area kaki yang sangat penting untuk
PELNIPELNI Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi relaksasi dapat menurunkan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus. Data dari lembar observasiHasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi relaksasi dapat menurunkan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus. Data dari lembar observasi
UTSUTS Misalnya, daripada mengonsumsi makanan sehat, banyak anak muda yang memilih makanan cepat saji dan makanan manis seperti kue, donat, dan minuman boba.Misalnya, daripada mengonsumsi makanan sehat, banyak anak muda yang memilih makanan cepat saji dan makanan manis seperti kue, donat, dan minuman boba.
STMIK BANJARBARUSTMIK BANJARBARU Dari 15 data uji, 12 di antaranya menunjukkan hasil yang valid, mencerminkan kemampuan sistem dalam menghasilkan diagnosa yang konsisten dengan penilaianDari 15 data uji, 12 di antaranya menunjukkan hasil yang valid, mencerminkan kemampuan sistem dalam menghasilkan diagnosa yang konsisten dengan penilaian
Useful /
YARSIYARSI Prevalensi hipertensi terus meningkat terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta pada populasi lanjut usia (lansia). Dalam ajaran agama Islam, disebutkanPrevalensi hipertensi terus meningkat terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta pada populasi lanjut usia (lansia). Dalam ajaran agama Islam, disebutkan
OJSOJS Penerapan sistem digital dalam tahapan pendaftaran, verifikasi identitas, penilaian profil risiko, serta penyediaan rekomendasi produk memberikan kemudahanPenerapan sistem digital dalam tahapan pendaftaran, verifikasi identitas, penilaian profil risiko, serta penyediaan rekomendasi produk memberikan kemudahan
STIE PORTNUMBAYSTIE PORTNUMBAY Fokus kegiatan sosialiasi adalah perencanaan keuangan keluarga dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan rumah tangga. Sasaran pengabdianFokus kegiatan sosialiasi adalah perencanaan keuangan keluarga dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan rumah tangga. Sasaran pengabdian
UTSUTS Pengembangan produk makanan yang baik dan sehat telah menjadi perhatian pemerintah khususnya kabupaten Jeneponto guna meningkatkan pendapatan daerah, namunPengembangan produk makanan yang baik dan sehat telah menjadi perhatian pemerintah khususnya kabupaten Jeneponto guna meningkatkan pendapatan daerah, namun