UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Smart City telah menjadi tren di seluruh dunia. Ini telah berkembang dari peningkatan infrastruktur dan layanan di seluruh kota. Meskipun demikian, sebagian besar kota menghadapi kesulitan untuk mewujudkan tujuan cerdas mereka. Namun, ada masalah utama dalam menerapkan konsep Smart City yaitu perlu adanya perencanaan yang matang serta didukung oleh ASN dalam penerapan konsep Smart City. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini berusaha menggambarkan pandangan dan persepsi peneliti secara menyeluruh serta berupaya secara mendalam mengenai Penguatan Kapasitas Kelembagaan dalam Kesiapan ASN terhadap Konsep Smart City di Tanjungpinang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penguatan kapasitas kelembagaan dalam kesiapan Aparatur Sipil Negara terhadap konsep Smart City di Kota Tanjungpinang guna mematangkan dan mempersiapkan sumber daya Aparatur Sipil Negara yang berkualitas.

Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas kelembagaan ASN, termasuk peningkatan keterampilan teknis, manajerial, dan integrasi teknologi informasi, sangat penting untuk mempersiapkan Tanjung Pinang menjadi Smart City yang efisien dan berkualitas.Transformasi kepemimpinan visioner, kebijakan yang mendukung infrastruktur digital, serta kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi faktor kunci dalam mewujudkan visi jangka panjang kota pintar.Komitmen berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas kelembagaan, merancang kebijakan inklusif, dan memanfaatkan teknologi akan memungkinkan Tanjung Pinang menjadi model bagi kota lain dalam menghadapi tantangan urbanisasi secara berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara kuantitatif pengaruh peningkatan kapasitas kelembagaan ASN terhadap keberhasilan implementasi Smart City di berbagai kota di Indonesia, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memediasi hubungan tersebut. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti program pelatihan dan pembinaan kapasitas ASN selama beberapa tahun dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan efek peningkatan kompetensi serta tantangan yang muncul seiring waktu. Selanjutnya, penelitian aksi yang menguji model integrasi layanan digital berbasis teknologi informasi pada layanan publik di Tanjung Pinang dapat menilai dampak langsung terhadap kepuasan warga, efisiensi birokrasi, dan inklusivitas layanan, serta memberikan rekomendasi praktis untuk penyempurnaan kebijakan. Ketiga arah kajian ini akan melengkapi temuan kualitatif sebelumnya dan memberikan dasar empiris yang lebih kuat bagi perencanaan kebijakan smart city yang berkelanjutan. Dengan demikian, hasil penelitian lanjutan diharapkan dapat memperkuat strategi pembangunan institusional dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara luas.

  1. Smart Culture in Smart City Policies: A Case of Yogyakarta City | JASSP. smart culture city policies... jassp.lppm.unila.ac.id/index.php/jassp/article/view/8Smart Culture in Smart City Policies A Case of Yogyakarta City JASSP smart culture city policies jassp lppm unila ac index php jassp article view 8
  2. Analisa Strategi Pengembangan Kota Pintar (Smart City): Studi Kasus Kota Yogyakarta | Jurnal Ilmu Pemerintahan... governmentjournal.org/index.php/jip/article/view/74Analisa Strategi Pengembangan Kota Pintar Smart City Studi Kasus Kota Yogyakarta Jurnal Ilmu Pemerintahan governmentjournal index php jip article view 74
  3. Pemanfaatan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pengembangan Smart City: Studi... jurnal.unublitar.ac.id/index.php/briliant/article/view/794Pemanfaatan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi TIK dalam Pengembangan Smart City Studi jurnal unublitar ac index php briliant article view 794
Read online
File size476.96 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test