STIKESRSANWARMEDIKASTIKESRSANWARMEDIKA

Journal of Community Service (JCS)Journal of Community Service (JCS)

Obat belum banyak digunakan secara rasional. Warga sekolah di sekolah Adiwiyata SMAN 7 Banjarmasin belum pernah ada kegiatan kefarmasian, nama obat-obatan, manfaat obat-obatan, dosis obat, aturan minum obat yang benar, menyimpan obat dengan benar, efek samping obat, penyalah gunaan obat. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melalui program gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat, mengajak kita semua untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang menggunakan obat yang baik dan benar yaitu tepat indikasi, tepat dosis, tepat aturan minum obat, tepat pasiennya dan waspada terhadap efek samping obat yang kemungkinan bisa terjadi (Kemenkes,2017).Sekolah Adiwiyata merupakan sekolah yang peduli terhadap lingkungan, berbudaya dan berkarakter Komunitas warga sekolah menerapkan kurikulum berkarakter berbasis lingkungan hidup yang bersih dan sehat (KLHK, 2019).. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis mitra, dengan metode edukasi dan latihan kepada siswa, dipilih mitra sekolah adiwiyata yang mengintegrasikan semua kegiatan berbasis lingkungan untuk mewujudkan hidup yang bersih dan sehat, menjadikan siswa sebagai agent of change (agen perubahan) dalam arti merubah perilaku salah dalam menggunakan obat dengan menularkan ilmu yang diperoleh kepada teman-teman siswa dan warga di lingkungan sekolahnya, di lingkungan keluarganya dan di lingkungan masyarakat sekitarnya.. Hasil kegiatan diketahui bahwa masalah penggunaan obat pada masyarakat masih banyak ditemui antara lain pembelian antibiotik secara bebas tanpa resep dokter, penggunaan obat bebas secara berlebihan (over dosis), kejadian efek samping, interaksi obat atau penyalahgunaan obat sering kali terjadi pada masyarakat dan dapat menyebabkan masalah baru dalam kesehatan, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara penyimpanan dan membuang/ memusnahkan obat dengan benar. Guru SMA pengurus UKS banyak melakukan swamedikasi (pengobatan sendiri) dalam penanganan pertama pada anak yang sakit di sekolah.

Kegiatan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) yang diikuti oleh siswa-siswi kelas X SMAN 7 Banjarmasin ini berjalan dengan baik dan antusias.Program ini berhasil menambah pengetahuan peserta tentang cara mengelola, menggunakan, memilih, serta memahami khasiat dan efek samping obat secara benar.Diharapkan, setelah kegiatan ini, peserta dapat menyalurkan informasi yang diperoleh kepada keluarga, guru, siswa lain, dan masyarakat umum di sekitarnya, menjadikan mereka agen perubahan yang efektif.

Melihat keberhasilan awal program Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) di SMAN 7 Banjarmasin, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam dan memperluas dampak positifnya. Pertama, penting untuk meneliti efektivitas jangka panjang peran siswa sebagai agent of change dalam mengubah perilaku penggunaan obat rasional di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar mereka, bukan hanya sekadar peningkatan pengetahuan sesaat di sekolah. Penelitian ini bisa mengadopsi pendekatan studi longitudinal dengan mengumpulkan data tentang praktik penggunaan obat di rumah tangga siswa setelah beberapa bulan atau bahkan tahun pasca-intervensi awal, guna memastikan bahwa pengetahuan yang diberikan benar-benar diterapkan dan disebarluaskan secara berkelanjutan. Kedua, perlu dilakukan studi komparatif untuk memahami faktor-faktor keberhasilan dan tantangan dalam mengimplementasikan program GeMa CerMat di berbagai jenis sekolah, termasuk sekolah di daerah pedesaan, perkotaan, atau sekolah yang belum berstatus Adiwiyata. Ini akan membantu mengidentifikasi adaptasi yang diperlukan agar program dapat disesuaikan dan diskalakan secara efektif ke seluruh wilayah, sehingga tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah Adiwiyata tertentu. Ketiga, mengingat peran vital guru dan staf Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dalam penanganan kesehatan di lingkungan sekolah, sebuah penelitian dapat dirancang untuk mengeksplorasi bagaimana pengetahuan dan praktik swamedikasi mereka dapat ditingkatkan dan diintegrasikan secara lebih komprehensif ke dalam gerakan GeMa CerMat. Hal ini bisa meliputi pengembangan modul pelatihan khusus bagi guru dan staf UKS, serta evaluasi dampaknya terhadap praktik penanganan obat di sekolah dan dukungan mereka terhadap siswa sebagai agen perubahan.

Read online
File size494.39 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test