PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA

Paediatrica IndonesianaPaediatrica Indonesiana

Sepsis neonata merupakan tantangan signifikan dalam perawatan neonatal, khususnya pada neonata prematuro yang memiliki sistem imun belum berkembang. Meskipun prokalciopon dan protein C-reaktif sering dijadikan penanda prognostik, mereka tidak selalu tersedia. Penelitian ini bertujuan menilai nilai prediktif platelelymphocyte ratio (PLR), neutrophil lymphocyte ratio (NLR), dan dysfungsi diastolik terhadap mortalitas sepsis neonata prematuro. Metode berupa studi kohort prospektif pada 42 neonata prematuro dengan sepsis awal di Rumah Sakit Dr. Moewardi. PLR dan NLR diukur pada dua waktu (waktu pertama dalam 24 jam hidup dan 72 jam kemudian) dan dysfungsi diastolik dinilai via echokardiografi dalam 48‑72 jam setelah diagnosis. Analisis bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat signifikansi P<0.05. Hasil menunjukkan 57,1% meninggal pada sampel. NLR meningkat dan dysfungsi diastolik berhubungan signifikan dengan risiko mortalitas (OR 3.64 dan 25.0, masing‑masing); sedangkan PLR tidak terkait. Analisis multivariat mengonfirmasi dysfungsi diastolik sebagai prediktor independen (OR 28.9, P=0.001), sementara NLR kehilangan signifikansi (P=0.093). Kesimpulan: dysfungsi diastolik merupakan prediktor independen mortalitas pada sepsis neonata prematuro, sedangkan PLR dan NLR tidak berasosiasi. Oleh karena itu, pemantauan ketat fungsi kardiovaskular sangat krusial dalam manajemen sepsis neonata.

Penelitian ini menemukan bahwa dysfungsi diastolik merupakan faktor prediktor independen mortalitas pada neonata prematuro dengan sepsis, sedangkan PLR dan NLR tidak memiliki hubungan signifikan dengan risiko kematian.Oleh karena itu, pemantauan ketat fungsi kardiovaskular sangat penting dalam pengelolaan sepsis neonata.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa arah: pertama, melaksanakan studi kohort multinasional yang melibatkan lebih banyak neonata prematuro untuk memvalidasi hasil dan memperkuat kekuatan statistik, serta menggunakan analisis survival time‑to‑event guna mengevaluasi dinamika risiko mortalitas secara berkelanjutan; kedua, menerapkan protokol pemantauan serial echokardiografi serta parameter inflamasi pada interval waktu yang lebih sering, misalnya setiap 24 jam, guna mengidentifikasi perubahan awal fungsi jantung yang dapat diintervensi; ketiga, mengkaji dampak intervensi terapeutik yang diadaptasi berdasarkan temuan dysfungsi diastolik, seperti penggunaan inotropik atau terapi volume, serta menilai efeknya terhadap tingkat mortalitas dan morbiditas jangka panjang pada neonata prematuro. Diharapkan tiga pendekatan tersebut dapat memberikan panduan klinis yang lebih terperinci dan meningkatkan outcome bagi neonata prematuro yang berisiko tinggi.

  1. Prognostic Value of Platelet to Lymphocyte Ratio in Sepsis: A Systematic Review and Meta‐analysis... doi.org/10.1155/2022/9056363Prognostic Value of Platelet to Lymphocyte Ratio in Sepsis A Systematic Review and MetayAAAaanalysis doi 10 1155 2022 9056363
  2. Platelet lymphocyte ratio (PLR), neutrophil lymphocyte ratio (NLR), and diastolic dysfunction as neonatal... paediatricaindonesiana.org/index.php/paediatrica-indonesiana/article/view/3988Platelet lymphocyte ratio PLR neutrophil lymphocyte ratio NLR and diastolic dysfunction as neonatal paediatricaindonesiana index php paediatrica indonesiana article view 3988
  3. PLATELET TO LYMPHOCYTE RATIO IN NEONATES: A PREDICTOR OF EARLY ONSET NEONATAL SEPSIS | Mediterranean... mjhid.org/mjhid/article/view/2019.055PLATELET TO LYMPHOCYTE RATIO IN NEONATES A PREDICTOR OF EARLY ONSET NEONATAL SEPSIS Mediterranean mjhid mjhid article view 2019 055
  4. DOI Name 10.1038 Values. name values index type timestamp data serv crossref namespace email foley nature... doi.org/10.1038DOI Name 10 1038 Values name values index type timestamp data serv crossref namespace email foley nature doi 10 1038
Read online
File size218.26 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test