UNIKAMAUNIKAMA

Jurnal Riset Mahasiswa AkuntansiJurnal Riset Mahasiswa Akuntansi

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi kendala dalam menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, terutama terkait rendahnya pemahaman akuntansi, pencatatan keuangan secara manual, dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses penerapan SAK Indonesia untuk EMKM dalam penyusunan laporan keuangan pada Bengkel Laganis Motor, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan menilai dampak penerapan terhadap transparansi dan akuntabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai pemilik dan pengelola bengkel serta menganalisis laporan keuangan tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan laporan keuangan Bengkel Laganis Motor belum memenuhi karakteristik kualitatif SFAC No. 5, dengan tingkat kesesuaian terhadap SAK EMKM hanya mencapai 27,08% dan ketidaksesuaian mencapai 72,92%. Bengkel hanya menyajikan laporan kas masuk-keluar dan pendapatan jasa sederhana tanpa menyusun laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan. Kendala utama yang dihadapi meliputi minimnya pengetahuan tentang SAK EMKM, keterbatasan infrastruktur pencatatan, sistem pencatatan manual dengan format single entry, dan tidak adanya pemisahan antara transaksi usaha dan pribadi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SAK Indonesia untuk EMKM di Bengkel Laganis Motor belum terwujud.Faktor penghambat utamanya adalah kurangnya pemahaman mendasar tentang standar akuntansi dan SAK EMKM khususnya, terbatasnya sumber daya manusia yang ahli di bidang akuntansi, dan sistem pencatatan manual sederhana yang tidak mendukung penyusunan laporan keuangan yang memenuhi standar.Dampaknya adalah rendahnya transparansi dan akuntabilitas keuangan, sebagaimana dibuktikan oleh ketidaksesuaian signifikan (72,92%) antara catatan keuangannya dengan persyaratan SAK EMKM.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif yang lebih luas dengan melibatkan berbagai jenis UMKM di berbagai sektor industri untuk mengidentifikasi pola dan faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi adopsi SAK EMKM. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan pengujian model pelatihan akuntansi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik UMKM, dengan mempertimbangkan pendekatan pembelajaran yang praktis dan mudah dipahami. Ketiga, studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran teknologi digital, seperti aplikasi mobile atau platform berbasis cloud, dalam memfasilitasi pencatatan keuangan yang lebih efisien dan akurat bagi UMKM, serta meningkatkan akses mereka terhadap informasi keuangan yang relevan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan pemahaman, penerapan, dan manfaat SAK EMKM bagi UMKM di Indonesia, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan demikian, UMKM dapat lebih profesional dalam mengelola keuangan mereka, meningkatkan akses ke pembiayaan, dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

  1. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi dan Penerapan SAK EMKM terhadap Keberhasilan UMKM : (Studi Kasus... doi.org/10.55606/Jumia.V2i4.3345Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi dan Penerapan SAK EMKM terhadap Keberhasilan UMKM Studi Kasus doi 10 55606 Jumia V2i4 3345
  2. Analisis Implementasi Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM Pada Bengkel Laganis Motor di Kecamatan Lubuk... doi.org/10.21067/jrma.v13i2.13053Analisis Implementasi Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM Pada Bengkel Laganis Motor di Kecamatan Lubuk doi 10 21067 jrma v13i2 13053
Read online
File size360.31 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test