SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER

Jurnal Padamu NegeriJurnal Padamu Negeri

Mitigasi bencana merupakan salah satu bagian dalam penanggulangan bencana, semua pihak harus turut andil dalam mengambil peran, dalam prinsip penta helix dimana pemerintah selaku pemangku kepentingan tidak hanya berperan sendirian namun juga bersamaan dengan berbagai pihak seperti: Pers, Masyarakat, Akademisi, dan Pelaku usaha. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, paradigma masyarakat tentang peran serta tanggung jawab penanggulangan bencana mulai berubah seiring dengan penerapan prinsip penta helix tersebut. Oleh karena itu, tim peneliti melakukan kolaborasi dengan rumah potong hewan untuk menciptakan standar operasional prosedur dalam menghadapi bencana Gempa Bumi dan Longsor.

Lokasi Rumah Potong Hewan Al-Budiwan memiliki ancaman bahaya bencana longsor.Kesadaran pemilik dan pekerja berpengaruh terhadap tingginya kerentanan terhadap ancaman bencana.Perlu adanya pembentukan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana longsor di rumah potong hewan tersebut.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang menguji efektivitas Standar Operasional Prosedur (SOP) mitigasi bencana dalam konteks rumah potong hewan melalui pendekatan kuantitatif, sehingga dapat diukur sejauh mana SOP mampu mengurangi risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan saat terjadi bencana. Kedua, penelitian berikutnya bisa mengeksplorasi penerapan simulasi darurat bencana secara berkala di rumah potong hewan untuk menilai perubahan perilaku dan kesiapan pekerja, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pelatihan kesiapsiagaan. Ketiga, perlu dikaji lebih dalam mengenai integrasi peran akademisi, pemerintah, dan masyarakat sekitar dalam membangun sistem peringatan dini bencana longsor dan gempa bumi secara kolaboratif di wilayah rawan bencana seperti Bojongsari, dengan fokus pada lokasi strategis seperti rumah potong hewan yang memiliki mobilitas tinggi dan akses logistik penting. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan data lebih kuat, pelatihan lebih efektif, dan keterlibatan multi-pihak yang lebih terstruktur. Dengan pendekatan terpadu, diharapkan kesiapsiagaan bencana tidak hanya berbasis pada prosedur, tetapi juga pada praktik nyata dan jaringan dukungan yang kuat di tingkat komunitas usaha.

Read online
File size334.8 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test