ITNITN

JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEEL

Indonesia merupakan negara dengan potensi energi matahari yang cukup baik, letak geografis yang berada pada garis khatulistiwa membuat Indonesia mendapat sinar matahari sepanjang tahun. Berdasarkan data dari Dewan Energi Nasional, potensi energi matahari di Indonesia mencapai 4,8 KWh/m2/hari, jumlah itu setara dengan 112.000 GWp jika dibandingkan dengan luas lahan di Indonesia. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau sering disebut solar photovoltaic system merupakan salah satu aplikasi pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi listrik. PLTS memanfaatkan sel surya untuk mengubah energi matahari menjadi listrik dengan menggunakan prinsip efek photovoltaic. Secara umum terdapat dua jenis material yang digunakan dalam pembuatan sel surya, yaitu Crystalline Silicon, dan Thin Film. Tipe Crystalline merupakan generasi pertama dari sel surya dan merupakan tipe yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. kedua panel ini memiliki karakteriistik yang berbeda, monocrystalline memiliki efisiensi rata-rata sebesar 19% sedangkan polycrystalline hanya 18%. Pengaruh intensitas cahaya terhadap efisiensi panel surya jenis monocrystalline dan polycrystalline terhadap kondisi radiaasi di suatu daerah sangat berpengaruh sehingga perlu dilakukan penelitian pengembangan didaerah sumbawa. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kinerja sel surya monocrystalline dan polycrystalline di Sumbawa. Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini ada sel surya monocrystalline dan polycrystalline 50 wp. Hasil penelitian menunjukkan Panel surya tipe monokristalin memproduksi daya listrik lebih besar dibandingkan panel surya polikristalin pada intensitas yang rendah maupun intensitas yang tinggi, dengan selisih rata-rata 4.91 Watt. Panel surya tipe monokristalin menunjukan efisiensi sebesar 14% sedangkan panel surya polikristalin sebesar 12%.

Berdasarkan penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa panel surya tipe monokristalin adalah tipe yang paling ideal untuk diaplikasikan di Kabupaten Sumbawa, NTB, hal ini dapat dilihat dari parameter berikut.Panel surya tipe monokristalin memproduksi daya listrik lebih besar dibandingkan panel surya polikristalin pada intensitas yang rendah maupun intensitas yang tinggi, dengan selisih rata-rata 4.Panel surya tipe monokristalin menunjukan efisiensi sebesar 14% sedangkan panel surya polikristalin sebesar 12%.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pemanfaatan energi surya di Kabupaten Sumbawa. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi sudut kemiringan panel surya terhadap efisiensi penangkapan energi matahari, terutama pada musim-musim tertentu dengan kondisi cuaca yang berbeda. Hal ini dapat membantu mengoptimalkan kinerja PLTS di Sumbawa. Kedua, penelitian tentang penggunaan material pelapis khusus pada panel surya untuk meningkatkan kemampuan penyerapan cahaya dan mengurangi kehilangan energi akibat panas juga perlu dipertimbangkan. Dengan demikian, efisiensi panel surya dapat ditingkatkan secara signifikan. Ketiga, studi tentang integrasi PLTS dengan sistem penyimpanan energi (battery storage) dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah intermitensi energi surya, sehingga pasokan listrik dapat lebih stabil dan andal. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan energi terbarukan di Kabupaten Sumbawa dan mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Read online
File size407.88 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test