UIRUIR

Journal of Research and Education ChemistryJournal of Research and Education Chemistry

Ekosistem kita telah terkontaminasi oleh logam berat dengan konsentrasi yang tinggi yang dihasilkan oleh berbagai aktivitas manusia seperti kegiatan industri. Penelitian ini menguji kandungan logam berat akibat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Sungai Singingi, berdasarkan fakta bahwa kondisi sungai terus mengalami penurunan kualitas. Pemilihan penentuan kandungan logam berat Pb atau timbal didasarkan pada pengetahuan bahwa pengolahan emas menggunakan logam merkuri, timbal, dan kadmium untuk mengikat emas dan memisahkannya dari batuan dan tanah dalam bentuk sulfida. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan penentuan titik sampling secara purposive berdasarkan lokasi maraknya aktivitas PETI. Sampel diukur pada empat titik, dimulai dari titik terdekat dengan aktivitas PETI hingga titik terjauh. Hasil pengujian kadar logam timbal menunjukkan nilai 0,00382 mg/L; 0,00165 mg/L; 0,00124 mg/L dan 0,02525 mg/L. Hasil ini mengindikasikan bahwa sungai tersebut terkontaminasi logam timbal, meskipun masih berada dalam ambang baku mutu yang diizinkan, yaitu 0,03 mg/L.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil pengujian untuk kadar logam timbal sebagai berikut.titik 1 sebesar 0,00382 mg/L, titik 2 sebesar 0,00165 mg/L , titik 3 sebesar 0,00124 mg/L dan titik ke empat sebesar 0,02525 mg/L.Bila dibandingkan dengan angka baku mutu logam berat di perairan maka kadar logam berat timbal masih berada dalam ambang baku mutu yang diizinkan yakni sebesar 0,03 mg/L.Dari hasil penentuan kadar logam berat ini sungai Singingi sudah masuk kedalam kategori tercemar untuk kandungan logam berat dan perlu dilakukan upaya-upaya penanggulangan agar keadaan tersebut segera teratasi sehingga kerusakan ekosistem dapat dikendalikan.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan analisis mendalam mengenai faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi distribusi logam timbal di Sungai Singingi, seperti curah hujan, jenis tanah, dan aktivitas manusia di sekitar sungai. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi dan analisis risiko kesehatan akibat paparan logam timbal terhadap masyarakat yang bergantung pada Sungai Singingi sebagai sumber air minum atau mata pencaharian. Ketiga, penting untuk menginvestigasi efektivitas berbagai metode bioremediasi dalam mengurangi kadar logam timbal di Sungai Singingi, dengan mempertimbangkan karakteristik ekosistem sungai dan potensi penggunaan mikroorganisme lokal sebagai agen bioremediasi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pencemaran logam timbal di Sungai Singingi dan mengembangkan strategi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan untuk melindungi kesehatan masyarakat dan kelestarian ekosistem sungai.

Read online
File size427.31 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test