INDO INTELLECTUALINDO INTELLECTUAL

HORIZON: Indonesian Journal of MultidisciplinaryHORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary

Pemanenan buah pisang menghasilkan limbah yang melimpah, seperti batang, yang umumnya hanya dibiarkan membusuk, padahal dapat dimanfaatkan sebagai pakan terfermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah batang pisang (gedebog) melalui proses fermentasi sebagai pakan alternatif berkualitas tinggi bagi ternak sapi, khususnya di daerah Bone. Kegiatan ini menggunakan pendekatan penelitian terapan yang dipadukan dengan aksi partisipatif di wilayah Bone. Mitra kegiatan adalah anggota kelompok petani ternak yang terlibat langsung dalam proses pembuatan pakan. Bahan utama yang digunakan adalah batang pisang yang dicacah dan dicampur dengan bahan fermentasi seperti dedak, gula, dan inokulan mikrobial (misalnya EM4). Proses fermentasi dilakukan secara tertutup selama 7–14 hari. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara singkat, uji palatabilitas ternak, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengolahan limbah pertanian batang pisang menjadi pakan ternak berkualitas menghasilkan palatabilitas (daya kesukaan) yang sangat tinggi bagi ternak sapi, ditandai dengan aroma khas dan tingginya jumlah konsumsi. Anggota kelompok peternak juga merasakan adanya tambahan pengetahuan dan pengalaman dalam penyediaan pakan, terutama saat musim kemarau.

Pengolahan limbah batang pisang menjadi pakan ternak melalui fermentasi menghasilkan palatabilitas yang tinggi bagi sapi dengan aroma dan rasa yang khas.Peternak mampu memahami, mengadopsi, dan menerapkan teknologi pengolahan pakan ini secara mandiri.Penerapan teknologi ini dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung penyediaan pakan berkualitas, terutama di musim kemarau.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pakan fermentasi batang pisang secara monoton terhadap kesehatan dan pertumbuhan jangka panjang sapi, termasuk parameter fisiologis dan produksi berat badan. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas metode transfer teknologi kepada peternak lebih luas, termasuk penggunaan pendekatan teman sebaya atau petani penggerak, agar penyebaran informasi tidak terbatas pada peserta pelatihan langsung. Ketiga, sebaiknya dikembangkan model produksi pakan fermentasi berbasis komunitas yang melibatkan rantai nilai lokal, mulai dari pengumpulan limbah batang pisang, proses produksi terstandar, hingga pemasaran pakan alternatif, untuk menilai kelayakan ekonomi dan keberlanjutan sistem ini secara mandiri oleh kelompok peternak.

  1. Pemanfaatan Fermentasi Batang Pisang (Gedebog) Sebagai Pakan Alternatif Ternak Sapi | HORIZON: Indonesian... doi.org/10.54373/hijm.v3i2.2150Pemanfaatan Fermentasi Batang Pisang Gedebog Sebagai Pakan Alternatif Ternak Sapi HORIZON Indonesian doi 10 54373 hijm v3i2 2150
Read online
File size501.08 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test